Jakarta – Sejumlah aki yang merupakan bagian vital dari perangkat pemantauan Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporkan hilang, diduga akibat pencurian. Gangguan juga terjadi pada sistem CCTV di lokasi tersebut ketika tim Pos Pantau GAK Lampung Selatan melakukan pengecekan peralatan yang rusak.
Kepala Pos Pantau GAK Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan adanya informasi mengenai kehilangan aki tersebut. Namun, ia menyatakan belum menerima laporan rinci dari tim yang bertugas di lapangan. “Benar, katanya ada aki yang hilang. Tapi saya belum konfirmasi sama yang di lapangan,” ujar Suwarno saat dihubungi pada Senin (28/9/2026).
Suwarno menjelaskan bahwa timnya saat ini tengah berada di kawasan GAK untuk memperbaiki berbagai peralatan pemantauan, termasuk unit CCTV yang tidak berfungsi. Ketika melakukan pemeriksaan, tim menemukan bahwa aki pada perangkat pemantauan telah hilang dari tempatnya. “Iya, untuk memperbaiki alat di sana. Kan nggak jalan itu. Rencananya mau perbaikan, pas dilihat malah aki-akinya pada hilang,” tuturnya.
Mengenai kapan aki tersebut hilang, Suwarno belum dapat memastikan. Ia menduga bahwa kondisi kawasan GAK pasca-erupsi menyebabkan pihak pos pantau baru menyadari kehilangan tersebut saat melakukan pengecekan rutin. Mengenai jumlah aki yang hilang, Suwarno juga belum memiliki data pasti. Ada informasi mengenai delapan titik yang terdampak, namun belum jelas apakah aki di seluruh titik tersebut hilang atau hanya sebagian.