Emiten Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), mengumumkan rencana aksi pembelian kembali saham perseroan atau buyback. Langkah ini diambil merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan.
Manajemen TOWR memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk aksi korporasi ini mencapai maksimal Rp 500 miliar. Angka tersebut belum termasuk biaya transaksi, komisi perantara, dan biaya lain yang berkaitan dengan proses pembelian kembali saham.
“Perkiraan jadwal periode pembelian kembali saham pada 30 September 2026 – 30 Desember 2026,” jelas manajemen TOWR dalam keterbukaan informasi pada Rabu (30/9/2026).
Dalam aksi ini, perkiraan jumlah nilai nominal seluruh saham yang akan dibeli kembali oleh perseroan adalah sekitar 2% dari modal ditempatkan dan disetor. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1.183.151.916 saham.
Pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (30/9/2026), saham PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) tercatat naik 3,06% ke level Rp 404. Namun, jika melihat periode tahun berjalan, saham TOWR mengalami penurunan sebesar 30,94%.
Dari sisi valuasi, rasio price to book value (PBV) TOWR berada di angka 0,83 kali. Rasio ini membandingkan harga saham di pasar dengan nilai buku per saham. Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) tercatat sebesar 6,40 kali (annualized), yang membandingkan harga saham di pasar dengan laba per saham yang disetahunkan.
Sepanjang semester I-2026, TOWR berhasil membukukan pendapatan atau omzet sebesar Rp 7,2 triliun. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 1,85 triliun.