CIREBON – Grab dan OVO memperluas inisiatif digitalisasi UMKM melalui program Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan) #BeraniDigital di Cirebon, Jawa Barat. Program yang kini hadir di kota ke-18 ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan pemanfaatan teknologi.
Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon. Fokus utamanya adalah memberikan akses yang lebih luas kepada UMKM terhadap teknologi dan membekali mereka dengan keterampilan esensial untuk mengembangkan usaha. Selain itu, program ini juga membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen di era digital.
Peresmian program Kota Masa Depan #BeraniDigital di Kantor Wali Kota Cirebon dihadiri oleh perwakilan dari berbagai pihak. Staf Khusus Menteri UMKM Hasby M. Zamri, yang mewakili Menteri UMKM Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya digitalisasi sebagai keharusan bagi pelaku usaha. Ia didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman, yang mewakili Wali Kota Cirebon Effendi Edo, serta Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy dan Direktur Grab Indonesia Richard Aditya.
Hasby M. Zamri menyatakan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan di dunia bisnis saat ini. Oleh karena itu, upaya yang dilakukan Grab dalam membantu Mitra GrabMerchant dan Mitra Pengemudi terintegrasi dalam ekosistem digital dianggap sebagai langkah nyata untuk mendukung pertumbuhan UMKM. “Yang tidak kalah penting, kolaborasi ini perlu terus disertai dialog dan komunikasi terbuka agar dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di daerah,” kata Hasby.
Melalui program pelatihan ini, para pengusaha UMKM di Cirebon akan mendapatkan edukasi mengenai cara memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan visibilitas produk mereka. Pelatihan juga mencakup pengelolaan keuangan yang lebih baik dan pengenalan penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari.
Dalam sesi pelatihan, AI diperkenalkan sebagai alat bantu yang multifungsi. Contohnya, AI dapat dimanfaatkan untuk menyusun deskripsi produk yang menarik, mencari ide konten promosi yang kreatif, merangkum masukan dari pelanggan, hingga membantu dalam penyiapan perencanaan kerja yang sederhana. Selain itu, para pengusaha UMKM juga akan mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pengelolaan keuangan. Mereka juga akan diperkenalkan pada pilihan akses pendanaan digital melalui GrabModal by OVO Finansial, yang dirancang untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan bisnis mereka.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi Cirebon dalam konteks keterhubungan antardaerah, khususnya dalam kawasan metropolitan. Ia menekankan bahwa membuka akses dan peluang bagi pelaku UMKM merupakan kunci utama. Kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, seperti Grab dan OVO, dinilai mampu memperluas jangkauan pelaku usaha sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi di wilayah tersebut. “Kami melihat Cirebon bukan hanya sebagai satu wilayah administratif, tetapi sebagai bagian dari kawasan metropolitan yang terhubung dengan Indramayu, Kuningan, dan Majalengka. Karena itu, kami ingin Cirebon menjadi bagian yang turut menggerakkan perekonomian kawasan, termasuk dengan membuka akses yang lebih luas bagi UMKM,” ujarnya.
Direktur Grab Indonesia, Richard Aditya, menegaskan bahwa ekspansi program Kota Masa Depan #BeraniDigital ke Cirebon merupakan bukti komitmen Grab-OVO dalam menghadirkan akses teknologi dan pengembangan kapasitas yang lebih dekat kepada para pelaku usaha di berbagai daerah di Indonesia. “Setiap kota memiliki karakter dan potensi usaha yang berbeda. Di Cirebon, kami melihat peluang untuk membantu pengusaha UMKM memanfaatkan teknologi sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka, baik untuk menjangkau pelanggan, meningkatkan produktivitas, maupun mengelola usaha,” papar Richard.
Cirebon, sebagai kota niaga yang terletak di jalur strategis Pantai Utara (Pantura) Jawa dan merupakan bagian dari kawasan Metropolitan Rebana, memiliki aktivitas ekonomi yang dinamis, terutama di sektor perdagangan, jasa, akomodasi, serta makanan dan minuman. Data dari Pemkot Cirebon mencatat terdapat 5.353 UMKM di kota tersebut, dengan sektor perdagangan dan jasa memberikan kontribusi sebesar 27,31% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Cirebon. Potensi besar ini menjadi peluang emas untuk memperkuat ekosistem usaha lokal melalui pemanfaatan teknologi dan membuka akses ekonomi yang lebih luas.
Kehadiran program Kota Masa Depan #BeraniDigital di Cirebon melanjutkan jejak keberhasilan program serupa yang telah menjangkau berbagai kota di Indonesia. Sebelumnya, program ini telah dilaksanakan di Kudus pada akhir 2025 dan Banjarmasin pada tahun 2026. Hingga kini, inisiatif ini telah berhasil menjangkau lebih dari 200.000 UMKM di berbagai kota kecil dan membantu lebih dari 5.200 pedagang pasar tradisional melakukan digitalisasi melalui program GrabMart Pasar. Dari sisi akses pembiayaan, sejak tahun 2021, lebih dari 445.000 Mitra UMKM dan Mitra Pengemudi telah berhasil mengakses pendanaan dengan total nilai melebihi Rp6 triliun melalui GrabModal by OVO Finansial.