Partai Golkar mencatat perolehan suara sebesar 10,4 persen dalam survei elektabilitas partai politik terbaru yang dirilis oleh Poltracking. Sekretaris Jenderal Golkar, M Sarmuji, menyatakan bahwa elektabilitas partainya menunjukkan adanya pertumbuhan.
“Survei bagi Golkar ibarat cermin hari ini. Kalau melihat hasil survei saat ini dibandingkan dengan dua tahun setelah pemilu pada periode lalu Golkar mengalami pertumbuhan positif,” kata Sarmuji kepada wartawan pada Senin (29/8/2026).
Ia membandingkan hasil survei Poltracking pada Agustus 2022, di mana Golkar memperoleh elektabilitas 9,5 persen. Sarmuji optimistis bahwa masih ada cukup waktu untuk mendekatkan diri kepada pemilih.
“Survei Poltracking pada Agustus 2022 Golkar di angka 9,5 persen. Masih cukup waktu bagi kami untuk terus berbuat yang terbaik untuk rakyat, masih cukup waktu untuk mendekati hati pemilih,” ujarnya.
Sarmuji menambahkan bahwa setiap pemilihan umum memiliki tantangan yang berbeda, sehingga memerlukan pendekatan yang berbeda pula. Ia optimis dengan capaian partainya di Pemilu 2029.
“Setiap periode tantangannya berbeda, pasti ada pendekatan yang berbeda,” tegasnya.
Survei Poltracking Nasional
Sebelumnya, Poltracking menggelar survei nasional mengenai elektabilitas partai politik. Survei ini dilaksanakan pada periode 14 hingga 20 Agustus 2026 melalui metode wawancara tatap muka. Total 1.200 responden dilibatkan, yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Metode pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.
Berikut adalah hasil survei Poltracking terbaru mengenai elektabilitas partai politik:
- Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra): 23,2%
- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP): 11,6%
- Partai Golongan Karya (Golkar): 10,4%
- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 6,2%
- Partai Demokrat (PD): 6,1%
- Partai NasDem: 4,4%
- Partai Amanat Nasional (PAN): 3,4%
- Partai Keadilan Sejahtera (PKS): 3,3%
- Partai Solidaritas Indonesia (PSI): 2,3%
- Partai Persatuan Pembangunan (PPP): 1,9%
- Partai Persatuan Indonesia (Perindo): 0,6%
- Partai Buruh: 0,5%
- Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura): 0,3%
- Partai Ummat: 0,1%
- Partai Bulan Bintang (PBB): 0,1%
- Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda): 0,1%
- Partai Kebangkitan Nusantara (PKN): 0,1%
- Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora): 0,1%
- Tidak tahu/tidak jawab: 25,3%