Evaluasi 10 Tahun Ganjil Genap, Pemprov DKI Kaji Ulang Rute dan Dampak Ekonomi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap penerapan kebijakan ganjil-genap (gage) yang telah berlangsung selama kurang lebih satu dekade di sejumlah ruas jalan Ibu Kota. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan bahwa kajian ini penting untuk meninjau kembali efektivitas kebijakan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat nomor tersebut.

Salah satu aspek krusial yang akan dikaji ulang adalah pemilihan rute atau ruas jalan yang masih relevan untuk diterapkan kebijakan ganjil-genap. “Memang sudah 10 tahun, perlu kita evaluasi,” ujar Budi di Balai Kota Jakarta pada Rabu (30/9/2026).

Evaluasi ini tidak hanya berfokus pada dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas, tetapi juga akan mempertimbangkan pengaruh kebijakan ganjil-genap terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian di Jakarta. “Termasuk rute-rutenya perlu kita kaji lagi,” tambahnya.

Budi menjelaskan bahwa kajian tersebut bertujuan agar penerapan ganjil-genap dapat disesuaikan dengan dinamika lalu lintas Jakarta saat ini. Perubahan pola perjalanan warga dan perkembangan transportasi publik menjadi faktor pertimbangan penting dalam kajian ini. “Jadi nanti kita lihat, apakah masih efektif atau tidak, kemudian rute-rute mana yang memang perlu kita evaluasi,” tuturnya.

Sebagai informasi, kebijakan ganjil-genap adalah pembatasan kendaraan berdasarkan angka terakhir pelat nomor yang disesuaikan dengan tanggal. Kendaraan berpelat nomor ganjil hanya dapat melintas pada tanggal ganjil, sementara kendaraan berpelat nomor genap pada tanggal genap.

Selain aspek rute, Budi juga menyoroti adanya dampak ekonomi yang timbul akibat penerapan ganjil-genap. Hal ini dibahas dalam forum diskusi terfokus (focus group discussion/FGD). “Kemarin tuh waktu itu kan kita ada FGD ya, dan kita melakukan evaluasi 10 tahun kan, ganjil genap itu. Dan memang antara perekonomian dan kemacetan,” ungkapnya.

Menurut Budi, meskipun ganjil-genap berkontribusi dalam mengurangi kemacetan, kebijakan ini juga memberikan dampak negatif terhadap perekonomian di beberapa area. “Nah, di satu sisi perekonomian menjadi kondisi yang terdampak terkait itu, ya ada beberapa yang mati,” imbuhnya.

Tinggalkan komentar