JAKARTA – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan pembangunan saluran air di wilayah RT 02/RW 06, Kelurahan Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu (30/9/2026). Langkah ini diambil sebagai wujud komitmennya dalam mengawal aspirasi masyarakat yang telah diserap melalui acara Reses Masa Persidangan II Tahun Anggaran 2025-2026.
Bang Kent, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa pengerjaan saluran air ini bertujuan untuk memperlancar aliran air sekaligus meminimalkan potensi genangan di lingkungan warga. Ia menegaskan bahwa reses bukan hanya sekadar menyerap aspirasi, melainkan juga memastikan setiap masukan masyarakat dapat direalisasikan menjadi pembangunan yang nyata dan bermanfaat.
“Sebagai bentuk komitmen dalam mengawal aspirasi masyarakat, saya turun langsung melihat perkembangan pengerjaan saluran air di Wilayah RT 02/RW 06, Kelurahan Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat,” ujar Kent dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Ia menambahkan, “Reses ini bukan hanya sekadar menyerap aspirasi, tetapi juga memastikan setiap aspirasi harus dikawal hingga menjadi pembangunan yang nyata dan bermanfaat, dengan tetap mengutamakan keamanan, kenyamanan, serta kepentingan masyarakat.”
Dalam kunjungannya, Kent memberikan instruksi kepada pihak pelaksana agar bekerja dengan hati-hati, terutama saat proses pembongkaran. Ia mengingatkan agar pondasi dan struktur rumah warga tidak sampai mengalami kerusakan. Selain itu, ketersediaan dan kelancaran aliran air bersih bagi warga juga harus dipastikan tidak terganggu selama proyek berlangsung.
“Pengerjaan saluran air ini tentu kami apresiasi karena menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Kita ingin saluran yang dibangun benar-benar memberikan manfaat, terutama dalam mengurangi genangan ketika hujan. Karena itu, pengerjaannya harus dilakukan dengan baik, sesuai perencanaan dan memperhatikan kualitas agar bisa digunakan dalam jangka panjang,” tuturnya.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth. Foto. Dok: DPRD DKI.
Kenneth juga menekankan pentingnya menjaga kondisi lingkungan sekitar lokasi proyek agar aktivitas warga tetap berjalan normal. Menurutnya, koordinasi yang baik antara pelaksana pekerjaan, pemerintah daerah, dan warga sangat krusial agar pembangunan tidak menimbulkan masalah baru di lingkungan tersebut.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana setelah selesai nanti masyarakat ikut menjaga. Jangan sampai saluran yang sudah dibangun dengan anggaran pemerintah kemudian kembali tersumbat karena sampah atau digunakan tidak sesuai fungsinya. Ini fasilitas bersama, sehingga tanggung jawab menjaganya juga menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Alumni PPRA Angkatan LXII Lemhannas RI itu.
Ia berharap masyarakat dapat memberikan dukungan selama proses pengerjaan berlangsung dan bersabar apabila terdapat gangguan sementara, seperti penyesuaian akses jalan. Kent meminta agar segala kendala dikomunikasikan dengan baik dan tidak sampai mengganggu kepentingan masyarakat secara berlebihan.
Lebih lanjut, Kent kembali mengingatkan pentingnya peran serta warga dalam merawat saluran air setelah proyek selesai. Ia mengimbau agar tidak membuang sampah ke dalam saluran yang dapat menghambat aliran air dan mengurangi fungsi drainase. Jika ditemukan kerusakan, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait.
“Harapan kami sederhana, setelah dibangun jangan hanya pemerintah yang menjaga. Warga juga harus ikut merawat. Jangan buang sampah ke saluran, jangan menutup atau menghambat aliran air, dan kalau ada kerusakan segera disampaikan kepada pihak terkait. Kalau semua ikut menjaga, manfaatnya tentu akan kembali kepada masyarakat sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur lingkungan harus mampu memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan yang ketat terhadap pengerjaan proyek sangat diperlukan agar hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga dan dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.
“Saya akan terus mendorong agar pembangunan infrastruktur ini bisa menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan agar bisa dilakukan secara berkelanjutan. Saya juga berharap agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut mengawasi dan memberikan masukan apabila ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Saya ingin agar saluran air ini benar-benar berfungsi dan bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang,” tutupnya.