Dua Polres Bekasi Terbitkan Edaran Lindungi Pelajar dari Aksi Rusuh

JAKARTA – Dua Kepolisian Resor (Polres) di wilayah Bekasi Raya telah mengeluarkan Surat Edaran Bersama yang bertujuan untuk melindungi para pelajar agar tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa yang berujung pada kekerasan. Edaran ini juga mempertegas komitmen untuk melibatkan tidak hanya pihak sekolah, tetapi juga industri yang memiliki program magang dalam upaya perlindungan pelajar dari aksi kekerasan.

Surat Edaran Bersama dengan nomor SE/2/IX/2026/Polres Metro Bekasi Kota dan SE/2/X/2026/Polres Metro Bekasi ini berjudul tentang Perlindungan Anak-anak Pelajar dari Kegiatan Unjuk Rasa yang Mengandung Unsur Bahaya dan Kekerasan. Penerbitan surat edaran ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Berkaitan rujukan di atas, dengan ini disampaikan kepada perusahaan/instansi yang saat ini memiliki siswa/i SMK yang melaksanakan kegiatan PKL (Praktek Kerja Lapangan) agar turut serta dalam memberikan perlindungan pelajar dari kegiatan unjuk rasa yang mengandung unsur berbahaya dan kekerasan,” demikian bunyi surat edaran tersebut, seperti yang diperoleh wartawan pada Rabu (30/9/2026).

Surat edaran yang ditandatangani oleh Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana dan Kapolres Metro Bekasi Kombes Andi Oddang Riuh Hutomo ini juga memuat sejumlah imbauan penting. Imbauan tersebut meliputi:

  • Mengutamakan keselamatan anak.
  • Tidak memberikan izin kepada siswa/i PKL untuk kegiatan yang tidak jelas di luar lingkungan PKL.
  • Tidak mengikutsertakan siswa/i PKL dalam aksi unjuk rasa.
  • Mewaspadai segala bentuk hasutan, ajakan konvoi, serta provokasi digital dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
  • Memastikan siswa/i PKL langsung kembali ke rumah dengan aman dan selamat setelah selesai jam PKL.
  • Seluruh pihak yang memiliki siswa/i PKL bertanggung jawab untuk melindungi mereka.

Sebelumnya, Polres Metro Bekasi Kota dan Polres Metro Bekasi telah menggelar rapat koordinasi yang melibatkan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Kadin, APINDO, dan pelaku usaha. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan upaya perlindungan pelajar dengan penyiapan generasi penerus yang dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di Bekasi Raya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Kombes Putu Kholis Aryana menekankan bahwa kebutuhan tenaga kerja tidak boleh hanya dilihat dari perspektif saat ini. Ia menyoroti pentingnya perhatian khusus kepada siswa SMA dan SMK karena merekalah yang kelak akan memasuki usia produktif dan berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“Kita sedang menyiapkan Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang hari ini belajar di SMA dan SMK akan menjadi bagian dari generasi produktif pada masa itu. Kalau ingin mereka siap berkarya dan membawa daerah ini maju, kita harus menjaga serta mempersiapkan mereka mulai sekarang,” ujar Putu Kholis.

Putu Kholis juga menyoroti kerentanan pelajar di luar ruang kelas yang dapat dimanfaatkan atau dihasut untuk melakukan tindakan merugikan diri sendiri, seperti tawuran, balap liar, hingga mengikuti mobilisasi menuju aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh. Kondisi ini menjadi perhatian Kapolda Metro Jaya dan memerlukan kepedulian bersama.

Melalui Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang digagas oleh Kapolda Metro Jaya, kepolisian, sekolah, dan orang tua diharapkan dapat memperkuat komunikasi. Tujuannya adalah untuk mengenali persoalan lebih awal dan memberikan pendampingan agar pelajar tetap aman, melanjutkan pendidikan, serta mengembangkan potensi mereka.

Di samping itu, Putu Kholis menggarisbawahi pentingnya kemitraan yang berkelanjutan antara sekolah dan perusahaan dalam hal penyiapan keterampilan. Ia menyatakan bahwa kerja sama ini perlu disertai dengan pendampingan dan pengawasan selama siswa menjalani pembelajaran di lingkungan industri.

“Sekolah dan dunia usaha perlu berjalan bersama sejak anak-anak masih belajar. Kita ingin mereka mendapat bimbingan yang baik, mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan, dan memiliki arah yang jelas setelah lulus. Dengan begitu, mereka lebih siap bekerja dan punya kesempatan untuk berkarya,” tutup Putu Kholis.

Tinggalkan komentar