Panitia DPD RI Awards 2026 telah mengumumkan 10 kandidat teratas untuk kategori Inovator Teknologi Kesehatan. Para kandidat ini dipilih atas berbagai inovasi yang telah mereka lakukan di bidang kesehatan demi memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Menurut penjelasan DPD RI dalam laman resminya, penghargaan ini ditujukan bagi individu, baik profesional maupun akademisi, yang telah menghasilkan inovasi signifikan di sektor kesehatan. Inovasi tersebut mencakup riset klinis maupun laboratorium, pengembangan obat baru, terapi, hingga alat kesehatan yang terbukti memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Berikut adalah daftar 10 kandidat Inovator Teknologi Kesehatan, diurutkan berdasarkan abjad:
- Amal Rezka Putra
- Aslis Wirda Hayati
- Eka Lestari Mahyuni
- Ike Listiyowati
- Karisma Trinanda Putra
- Masteria Yunovilsa Putra
- Megi Riomandala
- Nur Arning Tengara Kasih
- Rini Khamimatul Ula
- Siti Nurmaini
Ketua DPD Pastikan Proses Penghargaan Bebas Intervensi
Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, menegaskan bahwa seluruh proses DPD RI Awards berjalan secara independen dan bebas dari segala bentuk intervensi. Ia menilai bahwa banyak tokoh berprestasi di berbagai daerah yang belum mendapatkan perhatian yang layak.
“Ini kami lakukan karena begitu banyak aspirasi yang masuk, begitu banyak potensi dari daerah, local hero, local champion, yang itu belum masuk radar,” ujar Sultan dalam acara DPD RI Awards tahun sebelumnya. Ia menambahkan bahwa acara ini digelar untuk menjaring para pahlawan daerah yang selama ini belum tersorot, sekaligus sebagai wujud aspirasi dari masyarakat daerah.
Sultan menjelaskan bahwa DPD RI, yang mewakili sekitar 80 juta masyarakat daerah, melalui DPD Awards berupaya menemukan potensi-potensi tersembunyi dan kontribusi signifikan dari individu-individu di daerah yang belum terpantau.
Lebih lanjut, Sultan memastikan bahwa pimpinan DPD RI tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi penentuan pemenang. Ia menekankan bahwa Dewan Pakar yang dilibatkan dalam penjurian memiliki kapabilitas dan independensi. “Kategori nanti kita lihat, karena kami nggak boleh intervensi juga, ada bidang pariwisata, kebudayaan, perempuan dan anak, pendidikan, sosial, banyak lah pokoknya. Melibatkan juri-juri yang capable, independen dan transparansi. Pimpinan juga nggak bisa intervensi, sampai detik ini juga saya nggak tahu siapa yang jadi juara,” tutupnya.