Dirjen SDA Tegaskan Bukan Dirinya yang Ditegur Menteri PU dalam Video Viral

Jakarta – Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, membantah narasi yang beredar di media sosial bahwa dirinya dimarahi oleh Menteri PU, Dody Hanggodo. Momen yang terekam dalam video viral tersebut terjadi saat peninjauan jaringan irigasi di Desa Karangharja, Pebayuran, Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (26/9). Arnold mengklarifikasi bahwa sosok yang ditegur oleh Menteri Dody bukanlah dirinya, melainkan anak buahnya.

Video yang beredar di media sosial tersebut memunculkan narasi seolah-olah Dody sedang memarahi Arnold. Namun, Arnold menegaskan bahwa suara dalam percakapan yang terekam adalah suara Kepala BBWS Citarum, bukan dirinya. “Yang ditelepon dan dimarahi Pak Menteri PU itu bukan saya, tapi anak buah. Itu suaranya Kepala BBWS Citarum, bukan saya,” kata Arnold dalam keterangannya pada Rabu (30/9/2026).

Menurut Arnold, saat peninjauan lapangan, Menteri Dody menemukan sekitar 1.000 hektare lahan persawahan mengalami kekeringan akibat pasokan air yang tidak optimal dari saluran irigasi tersier. Menindaklanjuti temuan ini, Dody segera menghubungi jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk memastikan persoalan irigasi segera ditangani. Ia meminta pejabat pembuat komitmen (PPK) yang paling dekat dengan lokasi untuk segera datang ke lapangan.

Arnold menjelaskan lebih lanjut bahwa komunikasi langsung yang terekam dalam video tersebut adalah antara Menteri Dody dengan jajaran BBWS Citarum, bukan dirinya. Setelah percakapan tersebut, Menteri Dody baru menghubungi Arnold untuk memberikan arahan mengenai evaluasi terhadap jajaran BBWS Citarum. Arahan ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap kepala balai, kepala satuan kerja, hingga PPK BBWS Citarum, guna memastikan penanganan masalah kekeringan petani berjalan efektif dan tidak ada kesenjangan antara laporan dengan kondisi di lapangan.

Klarifikasi ini disampaikan Arnold menyusul beredarnya unggahan di media sosial yang menyebutkan dirinya disebut ‘bego’ oleh Menteri Dody. Arnold menilai narasi tersebut tidak sesuai dengan konteks kejadian sebenarnya. Ia menekankan bahwa komunikasi Menteri Dody dengannya justru berfokus pada tindak lanjut dan evaluasi kondisi irigasi. Sementara teguran yang terekam dalam video ditujukan kepada jajaran pelaksana di BBWS Citarum yang dinilai perlu segera merespons persoalan pengairan sawah.

Arnold berharap masyarakat dapat melihat video dan informasi mengenai kejadian tersebut secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai siapa yang sebenarnya ditegur oleh Menteri Dody dalam komunikasi tersebut.

Tinggalkan komentar