JAKARTA – Persatuan Ummat Islam (PUI) memberikan apresiasi atas sikap delegasi Indonesia yang memilih melakukan walk out (WO) dari ruang Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Langkah ini diambil saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidatonya. PUI menilai tindakan tersebut menunjukkan konsistensi Indonesia dalam menyuarakan persoalan Palestina di forum internasional.
Ketua Umum PUI, Raizal Arifin, menyatakan bahwa aksi walk out bukan sekadar bentuk solidaritas, melainkan juga sebuah pesan tegas bahwa penderitaan masyarakat sipil Palestina tidak boleh dianggap remeh. “PUI mengapresiasi sikap delegasi Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak diam ketika persoalan Palestina terus menjadi perhatian kemanusiaan dunia. Sikap tegas seperti ini penting untuk menjaga konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam membela kemanusiaan dan perdamaian,” ujar Raizal dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).
Meskipun demikian, Raizal menekankan pentingnya langkah diplomatik ini dilanjutkan dengan tindakan yang lebih konkret. Menurutnya, solidaritas terhadap Palestina harus berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, khususnya anak-anak, keluarga korban konflik, serta keberlanjutan pendidikan dan layanan kemanusiaan. “Yang kita perjuangkan bukan hanya sebuah posisi diplomatik, tetapi manusia. Ada anak-anak yang kehilangan sekolah, keluarga yang kehilangan tempat tinggal, dan masyarakat yang membutuhkan akses pangan, kesehatan serta kehidupan yang bermartabat. Karena itu, perjuangan diplomasi harus berujung pada upaya nyata menyelamatkan kehidupan,” katanya.
PUI juga memandang momentum di PBB ini perlu dimanfaatkan Indonesia untuk terus mendorong perdamaian dan penyelesaian yang adil bagi rakyat Palestina. Sebelumnya, Indonesia telah menempatkan Palestina sebagai salah satu isu utama dalam rangkaian Sidang Umum PBB dan dijadwalkan menyampaikan National Statement pada Sabtu (26/9). “Walk out adalah sebuah pesan. Tetapi setelah pesan itu disampaikan, diplomasi harus terus bekerja. Kita berharap Indonesia semakin aktif mendorong perlindungan masyarakat sipil, bantuan kemanusiaan, pemulihan kehidupan masyarakat Gaza, dan masa depan pendidikan anak-anak Palestina,” pungkas Raizal.
Peristiwa delegasi Indonesia melakukan walk out terjadi pada Kamis (24/9) waktu setempat. Dalam sebuah video yang diterima, terlihat delegasi Indonesia kompak berdiri bersama puluhan delegasi negara lain meninggalkan ruangan sidang saat Netanyahu mulai berpidato. Bangku delegasi Indonesia terlihat kosong dalam rekaman tersebut.
Dalam pidatonya, Netanyahu sempat menyerang Zohran Mamdani, Wali Kota New York yang merupakan politikus Muslim pertama menduduki jabatan tersebut. Netanyahu menuding Mamdani sebagai sosok ‘anti-Semit’ dan menyatakan banyak warga Yahudi merasa tidak aman sejak Mamdani terpilih. “Sejak Anda terpilih sebagai wali kota kota ini, banyak orang Yahudi tidak lagi merasa aman,” ujar Netanyahu.
Mamdani memang dikenal kritis terhadap Netanyahu dan sempat menyatakan akan mengeksekusi surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu jika memiliki kewenangan. Mamdani kemudian mengakui dirinya tidak memiliki kewenangan tersebut. ICC sendiri pada tahun 2024 menyatakan terdapat dasar yang masuk akal untuk meyakini Netanyahu bertanggung jawab atas kejahatan perang dalam operasi Israel di Gaza, tuduhan yang dibantah oleh Netanyahu.