Ombudsman dan Menteri Temukan Perbedaan Kondisi Rumah Dinas Lapas Cibinong

JAKARTA – Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Itjen Kemenimipas) melakukan pemeriksaan di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat, atas perintah Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Hasil pengecekan menyinggung perbedaan kondisi rumah dinas pegawai saat diperiksa Ombudsman dan saat ini.

Sebelumnya, Ombudsman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di rumah-rumah pegawai Lapas Cibinong pada Rabu (23/9/2026). Menindaklanjuti temuan tersebut, Menteri Agus memerintahkan Dirjen Pemasyarakatan untuk melakukan pemeriksaan internal pada Kamis (24/9). Menteri Agus sendiri kemudian meninjau langsung lokasi yang menjadi temuan Ombudsman pada Jumat (25/9).

“Bisa saya sampaikan bahwa apa yang saya lihat, dan apa yang di-publish, ditayangkan oleh teman-teman Ombudsman, ada beberapa perbedaan. Dan ini menjadi konsentrasi kami sebagai tim pemeriksa. Kami lihat Ombudsman seperti apa, dan kami lihat tadi seperti apa,” ujar Inspektur Jenderal Kemenimipas, Rudi Setiawan, kepada wartawan di lokasi, Sabtu (26/9).

Rudi menambahkan, “Ini juga pernyataan tegas dari Pak Menteri, apabila ada perubahan, ada kondisi yang tidak sesuai dengan aslinya, tolong dilakukan pemeriksaan.”

Tim Itjen Kemenimipas telah memeriksa 52 warga binaan atau narapidana sejak temuan Ombudsman menjadi viral. Tim pemeriksa juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap 54 pegawai lapas.

“Pemeriksaan dari kemarin sampai hari ini, sudah 52 warga binaan. Dan hari ini kami jadwalkan kurang lebih 54 lagi atau 50 dari para pegawai,” terang Rudi.

Rudi mengaku telah berkeliling di deretan rumah dinas pegawai yang diduga disalahgunakan sebagai fasilitas tambahan bagi narapidana, serta area lainnya.

“Saya secara langsung memimpin berkeliling, melihat secara langsung tempat-tempat yang dikunjungi oleh teman-teman dari Ombudsman. Dari rumah nomor satu sampai ke ujungnya, sampai tempat sampah yang dijadikan poin juga, yang diduga tempat pelarian. Saya coba turun ke bawah kemudian naik lagi, ketemunya kontainer yang digunakan untuk SAE,” ungkap Rudi.

Ia melanjutkan, “Saya pindah ke sebelahnya, ada ruangan guest house yang kemarin juga dikunjungi dan dilihat teman-teman Ombudsman. Dan kemarin juga bagian dalam saya coba melihat kondisi para warga binaan yang ada di lapas ini.”

Rudi juga mempertanyakan soal barang-barang yang terdokumentasi kamera dan informasi dari Ombudsman, seperti barang elektronik serta barang pribadi yang tidak seharusnya berada di rumah dinas pegawai.

“Hal-hal yang lain tentunya saya dan tim mengakomodir semua yang ditemukan oleh ORI (Ombudsman Republik Indonesia). Minuman keras, tempat yang diduga sebagai simulator, tempat fitness, foto, kulkas. Semuanya menjadi objek kami untuk memeriksa di mana barang-barang itu keberadaannya, dan kenapa berpindah, dan sebagainya. Mohon waktunya, karena proses masih berlangsung,” ucap Rudi.

Tinggalkan komentar