PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics), anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM), terus memperkuat konektivitas logistik dari Jawa Timur menuju wilayah Indonesia Timur. Langkah ini diwujudkan melalui pengembangan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya, yang berfungsi sebagai hub utama untuk mendukung distribusi barang.
Fasilitas di Osowilangun dirancang untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin meningkat akan layanan logistik yang terintegrasi. Direktur Utama CKB Logistics, Iman Sjafei, menyatakan bahwa kompleks pergudangan ini lebih dari sekadar tempat penyimpanan, melainkan sebuah simpul penting yang menghubungkan kebutuhan industri di Jawa Timur dengan pergerakan barang ke Indonesia Timur.
“Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur dengan pergerakan barang menuju Indonesia Timur,” ujar Iman di Surabaya, Kamis (1/10/2026).
Iman menjelaskan lebih lanjut bahwa fasilitas Osowilangun merupakan pusat logistik terintegrasi yang mencakup berbagai layanan. Mulai dari pergudangan, pengelolaan persediaan, penanganan barang, layanan kepabeanan, hingga distribusi, semuanya terpadu dalam satu lokasi.
Kompleks pergudangan ini telah beroperasi sejak tahun 2017 dengan luas mencapai 140.000 m². Di dalamnya terdapat Pusat Logistik Berikat (PLB) seluas 20.000 m², dengan tingkat keterisian atau occupancy rate saat ini mencapai 82%.
Sebagai PLB, fasilitas Osowilangun memungkinkan penyimpanan barang sesuai dengan ketentuan kepabeanan. Layanan yang ditawarkan meliputi repacking, pelabelan, dan konsolidasi barang. Mekanisme PLB ini memberikan keuntungan berupa penundaan pembayaran bea dan pajak hingga barang benar-benar dikeluarkan sesuai peraturan yang berlaku.
“Dengan hub yang terintegrasi, kami ingin menghadirkan visibilitas, kecepatan, dan kepastian proses yang lebih baik bagi pelanggan,” ungkap Iman, menekankan komitmen CKB Logistics untuk meningkatkan efisiensi layanan.
Selain itu, CKB Logistics juga terus mengembangkan aspek digitalisasi, keselamatan, dan keberlanjutan dalam setiap operasional di fasilitas Osowilangun, sejalan dengan tren industri logistik global.