Buaya Peliharaan Dievakuasi, Pemilik di Lampung Menangis Histeris hingga Pingsan

Seekor buaya muara dengan panjang sekitar 2,5 meter telah dievakuasi dari kediaman warga di Bandar Lampung. Satwa tersebut selanjutnya diserahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pemilik buaya sempat menunjukkan kesedihan mendalam hingga menangis dan pingsan saat proses evakuasi berlangsung.

Buaya yang diberi nama Coki tersebut telah dipelihara oleh warga setempat selama tiga tahun terakhir. Proses evakuasi dilakukan pada Sabtu (26/9), setelah sebelumnya diberitakan oleh detikSumbagsel pada Senin (28/9/2026).

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bandar Lampung, bersama dengan instansi terkait lainnya, berhasil mengamankan buaya tersebut dari sebuah rumah di Jalan Teluk Ambon Gang Rajawali, Pidada.

Saat Coki hendak dibawa, Wike (40), sang pemilik, tak dapat menahan tangis histeris. Kesedihan karena harus berpisah dengan hewan yang dirawatnya sejak kecil itu membuatnya kehilangan kesadaran dan sempat pingsan.

Omar Dhani, Kasi Bidang Penyelamatan Damkarmat Bandar Lampung, menjelaskan bahwa proses pengamanan buaya memakan waktu sekitar 10 hingga 15 menit.

Camat Panjang, Hendry Satria Jaya, menambahkan bahwa proses evakuasi berjalan alot. Ia mengungkapkan bahwa keluarga pemilik memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Coki, mengingat buaya itu telah dirawat sejak masih kecil.

“Alhamdulillah, tadi kita sudah mengevakuasi buaya yang mereka pelihara sekitar tiga tahun dengan panjang kurang lebih 2,5 sampai 2,7 meter. Tadi kita sudah coba negosiasi, tapi alot,” ujar Hendry.

Hendry menjelaskan bahwa evakuasi tetap harus dilakukan mengingat potensi bahaya keberadaan buaya tersebut bagi warga sekitar. Ukuran buaya yang semakin membesar dan aktivitasnya yang mulai berkeliaran di pekarangan rumah menjadi pertimbangan utama.

Tinggalkan komentar