Bolt.new Perkuat Kapabilitas AI dengan Akuisisi Dokai

Bolt.new, sebuah platform yang dikembangkan oleh StackBlitz untuk memfasilitasi pembuatan aplikasi web full-stack melalui bahasa alami, mengumumkan langkah strategis pertamanya dengan mengakuisisi Dokai. Dokai merupakan startup AI yang berbasis di San Francisco, dikenal karena pengembangan agen otonom untuk berbagai alur kerja pemasaran dan penjualan (go-to-market) di lingkungan perusahaan.

Akuisisi ini akan membawa Gerry Fernando Patia, co-founder Dokai, beserta seluruh timnya untuk bergabung dengan divisi AI dan machine learning Bolt.new. Kehadiran mereka diharapkan membawa keahlian mendalam dalam implementasi agen otonom di dalam sistem enterprise.

Langkah ini diambil seiring dengan lonjakan pertumbuhan bisnis enterprise Bolt.new. Data menunjukkan bahwa sekitar separuh dari pelanggan enterprise mereka mulai membangun aplikasi bahkan sebelum kontrak resmi ditandatangani. Rata-rata, pelanggan berhasil menerapkan aplikasi pertama mereka dalam kurun waktu 34 hari.

Meskipun rincian finansial dari transaksi ini tidak diungkapkan, baik Bolt.new maupun Dokai memiliki visi yang serupa. Keduanya meyakini bahwa bahasa alami memiliki potensi untuk menggantikan kode sebagai antarmuka utama dalam mengelola alur kerja yang kompleks.

Bolt.new memberdayakan siapa saja untuk menciptakan perangkat lunak melalui interaksi percakapan. Sementara itu, Dokai menerapkan prinsip yang sama pada proses penjualan enterprise. Startup ini membangun agen AI yang mampu melakukan riset prospek secara mandiri, mengelompokkan dan memprioritaskan akun, serta memperkaya data dalam sistem CRM. Kedua entitas ini sama-sama mengembangkan sistem AI otonom yang mampu bertindak, namun dengan fokus aplikasi yang berbeda.

Agen yang dikembangkan Dokai beroperasi spesifik dalam alur kerja penjualan. Akuisisi ini memberikan Bolt.new akses terhadap pengalaman tim Dokai dalam merancang agen yang dapat beroperasi secara langsung di dalam sistem enterprise.

“Pembeli di segmen enterprise tidak terlalu mementingkan tampilan demonstrasi agen. Fokus utama mereka adalah pada kemampuan agen untuk benar-benar menjalankan tugasnya sehari-hari, terintegrasi dengan sistem yang sudah mereka gunakan. Tim Dokai telah membuktikan kemampuan tersebut, dan itulah alasan kami ingin mereka bergabung dan membangun bersama kami,” ujar Eric Simons, CEO dan co-founder Bolt.new, dalam keterangan resminya.

Teknologi agen milik Dokai akan diintegrasikan ke dalam platform Bolt.new. Lapisan orkestrasi yang dimiliki Dokai dirancang agar agen mampu merencanakan dan mengeksekusi tugas multi-tahap dalam sistem enterprise tanpa memerlukan intervensi manusia di setiap langkahnya.

Integrasi ini akan memperkuat kapabilitas agen di platform Bolt.new untuk menangani proses pengembangan yang lebih kompleks dan memakan waktu lebih lama. Selain itu, kemampuan aplikasi yang dibuat oleh pelanggan Bolt.new untuk terhubung dengan sistem enterprise, mulai dari CRM hingga sumber data internal, juga akan meningkat.

Pelanggan enterprise dapat mulai merasakan kemampuan pertama yang dikembangkan menggunakan teknologi Dokai pada akhir musim gugur tahun ini. Akuisisi ini juga menjadi angin segar bagi tim AI dan machine learning yang bertanggung jawab dalam pengembangan agen-agen tersebut.

“Kami mendirikan Dokai dengan keyakinan kuat bahwa bahasa alami dapat dimanfaatkan untuk menjalankan alur kerja produksi di dalam sistem enterprise. Bergabung dengan Bolt.new memberikan kami arena terbesar untuk mewujudkan keyakinan tersebut, yaitu dalam pengembangan perangkat lunak itu sendiri,” ungkap Gerry Fernando Patia, co-founder Dokai.

Tinggalkan komentar