JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) bersiap mengoperasikan satu unit kapal baru yang telah diterima dari Great Union China Limited. Kapal jenis anchor handling tug supply (AHTS) 80T BP dengan kapasitas 6.000 BHP ini dibeli dengan nilai US$12,1 juta.
Penerimaan kapal yang dipesan sejak 30 Oktober 2024 ini dilakukan pada Senin, 28 September 2026. Menurut perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), nilai kapal ini mencapai Rp230,91 miliar atau setara US$13.006.872 dengan asumsi kurs Rp17.753 per dolar AS per 18 September 2026.
Sekretaris Perusahaan BBRM, Susanti Novita, menjelaskan bahwa pembelian kapal AHTS ini bertujuan untuk menambah armada dan meningkatkan pendapatan sewa dalam kegiatan operasional bisnis kapal penunjang lepas pantai. “Dengan pembelian kapal, aset perseroan akan meningkat sebesar US$12,1 juta dan utang perseroan akan meningkat sesuai kredit investasi yang diberikan oleh PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) sebesar Rp120 miliar atau ekuivalen US$7,26 juta,” ujar Susanti dalam pengumuman resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/9/2026).
Manajemen BBRM berharap tambahan kapal ini dapat memperkuat pendapatan perseroan dan memperbaiki kinerja keuangan ke depan. Susanti menambahkan, transaksi pembelian ini bukan merupakan transaksi afiliasi. Nilai transaksi sebesar US$12,1 juta mencerminkan 31,8% dari ekuitas perseroan per 31 Desember 2024.
Dengan ekuitas BBRM tercatat sebesar US$38 juta per 24 Maret 2025, transaksi pembelian kapal ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan dipastikan tidak berdampak material terhadap hukum serta kelangsungan usaha perseroan.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (30/9/2026), saham BBRM menguat 6 poin (5,71%) ke level 111 per saham, bertepatan dengan pengumuman serah terima kapal baru ini. Kenaikan harga saham ini menjadi titik balik setelah perseroan mengalami koreksi cukup dalam hingga 4,31% dalam sepekan terakhir.