BEI Suspensi Lima Saham Termasuk TEBE Akibat Kenaikan Harga Tak Wajar

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan atau suspensi terhadap lima saham pada sesi I perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026. Kelima saham tersebut adalah PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT), PT Bank Of India Indonesia Tbk (BSWD), PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), dan PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI).

Keputusan suspensi ini diambil oleh BEI menyusul adanya kenaikan harga saham yang terakumulasi secara tidak wajar. Fenomena ini mendorong otoritas bursa untuk mengambil langkah perlindungan bagi para investor.

Berdasarkan data Stockbit, pergerakan harga saham yang disuspensi menunjukkan lonjakan signifikan dalam satu bulan terakhir. Saham SMMT tercatat melonjak 77,7% dalam sebulan dan 151,4% secara tahunan (year-to-date/ytd). Saham BSWD melesat 92% dalam sebulan dan 238,8% ytd. Saham SONA naik 67,8% dalam sebulan dan 98,5% ytd. Sementara itu, saham TEBE melonjak 60,6% dalam sebulan, meskipun hanya naik 3,07% ytd. Saham ASPI menunjukkan kenaikan impresif sebesar 147,4% dalam sebulan dan 44,12% ytd.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa tujuan dari suspensi ini adalah sebagai mekanisme cooling down. Langkah ini bertujuan memberikan waktu bagi investor untuk melakukan pertimbangan yang lebih matang sebelum mengambil keputusan investasi, berdasarkan informasi yang tersedia.

“Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu kepada investor dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada, untuk setiap pengambilan keputusan investasinya,” ujar Yulianto dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (1/10/2026). Ia menambahkan bahwa pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Tinggalkan komentar