JAKARTA – Tren pembelian emas oleh bank sentral di seluruh dunia terus berlanjut, memasuki kuartal terakhir tahun 2026. Bank sentral Korea Selatan mengumumkan rencananya untuk mengakuisisi emas dari produsen domestik pada bulan Desember mendatang.
Menurut informasi yang dirilis oleh Mining.com pada Jumat (2/10/2026), seorang pejabat Bank of Korea (BOK) menyatakan bahwa sistem transaksi untuk pembelian emas dari produsen lokal diperkirakan akan siap dioperasikan pada 14 Desember 2026. Meskipun belum ada keputusan final mengenai volume dan waktu pasti pembelian, diperkirakan sekitar satu metrik ton emas akan tersedia pada saat itu.
“Setelah sistem transaksi siap pada bulan Desember sesuai rencana, kami berencana melakukan pembelian,” ungkap pejabat tersebut. Pernyataan ini mengkonfirmasi rencana BOK yang sebelumnya diungkapkan pada Agustus 2026, yaitu untuk membeli emas dari produsen lokal demi mendukung pengelolaan cadangan devisa negara.
Bank sentral berencana untuk membeli emas yang sebenarnya dialokasikan untuk ekspor, dengan menggunakan harga kontrak yang telah ditetapkan. Perlu dicatat bahwa Korea Selatan terakhir kali menambah cadangan emasnya pada tahun 2013. Situasi ini berbeda dengan bank sentral lain, seperti Bank Sentral China, yang telah aktif membeli emas sejak tahun 2022 sebagai strategi diversifikasi cadangan aset mereka, yang secara tidak langsung turut menopang harga emas global.
Berdasarkan catatan World Gold Council per akhir Juni 2026, Bank of Korea memiliki cadangan emas sebanyak 104,4 metrik ton. Jumlah ini setara dengan 3,1% dari total cadangan devisa negara. Cadangan emas Korea Selatan saat ini disimpan di London, yang masih menjadi lokasi penyimpanan utama bagi BOK, sementara cadangan lainnya tidak disimpan di dalam negeri.
Kepala divisi investasi cadangan BOK sempat mengutarakan pada 11 bulan lalu bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan opsi pembelian emas untuk cadangan dalam jangka menengah hingga panjang, sejalan dengan strategi pengelolaan aset jangka panjang mereka.