JAKARTA – Aksi penyampaian aspirasi oleh para buruh di kawasan DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Selasa (29/9) dilaporkan berlangsung dengan tertib. Setelah perwakilan buruh selesai mengikuti audiensi dengan pimpinan DPR RI dan menyampaikan hasilnya kepada massa aksi, para peserta secara bertahap meninggalkan lokasi tanpa menimbulkan kericuhan.
Kegiatan yang diikuti oleh Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) beserta sejumlah elemen buruh dan pekerja lainnya ini mencakup sesi dialog antara 37 perwakilan buruh dengan Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal. Audiensi tersebut dilaksanakan di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, mulai pukul 13.27 WIB hingga 14.27 WIB, di mana para perwakilan buruh menyampaikan berbagai aspirasi terkait isu ketenagakerjaan.
Usai pertemuan, para perwakilan kembali menemui peserta aksi untuk memaparkan hasil dialog yang telah dilaksanakan. Massa kemudian membubarkan diri secara bertahap dan tertib dari kawasan DPR/MPR RI.
Selama kegiatan berlangsung, personel Polda Metro Jaya tetap siaga memberikan pelayanan dan pengamanan di sekitar lokasi. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional demi menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi. Ia menilai bahwa para buruh telah menggunakan ruang penyampaian pendapat secara damai dan bertanggung jawab.
“Kami mengapresiasi seluruh peserta yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Setelah perwakilan berdialog dengan pihak DPR dan menyampaikan hasil audiensi, peserta secara bertahap meninggalkan kawasan dengan tertib,” ujar Kombes Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/9/2026).
Menurut Kombes Budi, terlaksananya penyampaian pendapat yang tertib ini menunjukkan bahwa ruang demokrasi dapat berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat lainnya. Ia pun berharap semangat saling menghormati tersebut terus terjaga.
“Terima kasih kepada seluruh peserta, koordinator lapangan, dan masyarakat yang bersama-sama menjaga ketertiban. Kami berharap semangat saling menghormati seperti ini terus terjaga agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan aman, damai, dan tetap menghormati aktivitas masyarakat lainnya,” pungkasnya.