ASDP Siapkan Kapal KMP Hafamati untuk Tingkatkan Konektivitas Kepulauan Nias Selatan

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menargetkan KMP Hafamati HF mulai beroperasi melayani masyarakat pada Oktober 2026. Kapal perintis ini dipersiapkan untuk meningkatkan konektivitas antarpulau di wilayah Nias Selatan.

KMP Hafamati akan melayani rute Pulau Tello–Lasondre–Saeru–Lumbui Melayu, dengan total jarak lintasan sekitar 39 mil. Pengoperasian kapal ini diharapkan dapat memperkuat mobilitas masyarakat antarpulau sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah yang dilayani.

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Danau Toba, Ellenor Piri, menyatakan bahwa bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), konektivitas memiliki arti yang sangat vital. Layanan penyeberangan sangat krusial dalam menghubungkan masyarakat dengan keluarga, kebutuhan sehari-hari, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pusat-pusat perekonomian.

“Karena itu, kami ingin kehadiran KMP Hafamati nantinya benar-benar memberikan manfaat dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah yang dilayani,” ujar Ellen, usai Penandatanganan Addendum PKS Pengoperasian KMP Hafamati HF, di Nias Selatan, Minggu (27/9/2026).

Ellen menegaskan, ASDP bersama Pemerintah Kabupaten Nias Selatan terus mempersiapkan pengoperasian KMP Hafamati dengan mengedepankan aspek safety, service, dan security. Perseroan optimistis KMP Hafamati dapat mulai melayani masyarakat pada bulan depan setelah melalui berbagai proses sepanjang tahun ini.

“Kami berharap layanan ini dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Dan yang terpenting, setiap pengoperasian harus tetap memenuhi kesiapan dan aspek keselamatan, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tambahnya.

Kapal bertipe Ro-Ro Passenger Boat dengan Gross Tonnage (GT) 30 ini memiliki kapasitas hingga 40 penumpang dan dapat mengangkut hingga 10 unit sepeda motor. Dengan kecepatan dinas mencapai 10 knot, KMP Hafamati HF diharapkan menjadi sarana transportasi pendukung mobilitas masyarakat antarpulau di Nias Selatan.

80 Trip di Setiap Lintasan

Untuk periode layanan tahun 2026, pengoperasian KMP Hafamati HF direncanakan berlangsung selama 92 hari. Terdapat rencana 80 trip pada masing-masing lintasan, yaitu Pulau Tello–Lasondre, Lasondre–Saeru, dan Saeru–Lumbui Melayu.

Kehadiran KMP Hafamati diharapkan tidak hanya memberikan pilihan transportasi, tetapi juga memperkuat konektivitas antarpulau di wilayah Nias Selatan yang memiliki karakter geografis kepulauan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nias Selatan, Damai Omega, menyambut baik persiapan pengoperasian KMP Hafamati. Ia berharap kapal tersebut segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Konektivitas antarpulau merupakan kebutuhan penting bagi Nias Selatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang akses transportasinya sangat bergantung pada angkutan laut,” ujar Damai.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan akan terus memperkuat sinergi dengan ASDP untuk mendukung keberlangsungan layanan. “Kami ingin layanan ini bukan hanya hadir, tetapi dapat berjalan dengan baik dan memberikan kepastian konektivitas bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Nias Selatan akan terus berkoordinasi dengan ASDP dan stakeholder terkait agar pelayanan kepada masyarakat dapat semakin baik,” katanya.

Komitmen terhadap keberlanjutan layanan juga tercermin dalam rencana pengoperasian KMP Hafamati pada tahun 2027. Dalam perencanaannya, layanan keperintisan disiapkan untuk 365 hari, dengan rencana 289 trip pada masing-masing lintasan.

Bagi ASDP dan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, keberadaan layanan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat konektivitas wilayah 3T sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di pulau-pulau yang dilayani.

“Kami berharap KMP Hafamati HF nantinya bukan hanya menjadi kapal yang berlayar dari satu pulau ke pulau lainnya, tetapi menjadi penghubung bagi masyarakat dan penggerak aktivitas ekonomi. Inilah yang ingin kami hadirkan bersama: konektivitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nias Selatan,” ujar Ellen menandaskan.

Tinggalkan komentar