JAKARTA – Manchester City tengah menghadapi investigasi terkait 114 dari 115 tuduhan pelanggaran aturan finansial Premier League. Imbas dari kasus ini, klub berjuluk The Citizens itu terancam sanksi, termasuk kemungkinan pencabutan gelar yang diraih antara musim 2009/2010 hingga 2017/2018. Situasi ini membuka harapan bagi Stoke City untuk menerima limpahan gelar Piala FA.
Stoke City merupakan salah satu tim yang pernah berhadapan dengan Manchester City di final Piala FA. Kala itu, pada 14 Mei 2011, Stoke City harus mengakui keunggulan Manchester City yang menang tipis 1-0 dalam laga yang digelar di Wembley. Kekalahan tersebut tentu menyisakan kekecewaan mendalam bagi tim yang saat itu dilatih oleh Tony Pulis.
Tony Pulis mengungkapkan kekecewaannya atas kekalahan tersebut kala itu. Namun, kini dengan adanya kasus dugaan manipulasi keuangan yang menjerat Manchester City, Pulis berharap agar keputusan mengenai sanksi segera ditetapkan. Ia merasa perasaannya saat ini berbeda dengan perasaan setelah pertandingan final.
“Setelah pertandingan tersebut, kekecewaan saya tertutupi oleh kenyataan bahwa kami telah melawan tim yang penuh dengan bintang, menghadapi pelatih elite Roberto Mancini, dan hanya kalah tipis,” ujar Pulis mengutip dari BBC.
Pulis menambahkan, perasaan yang ia alami hari ini sangat berbeda. Ia yakin klub-klub lain yang terdampak oleh kesuksesan Manchester City pada periode 2009 hingga 2018 juga merasakan hal serupa.
“Hari ini, perasaan saya sangat berbeda, seperti halnya saya yakin orang-orang yang terhubung dengan klub-klub lain yang terdampak oleh kesuksesan City pada periode yang sama, antara tahun 2009 dan 2018, juga merasakan hal yang sama,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa kekalahan yang dialami timnya kala itu adalah dari tim yang kini dinyatakan bersalah melanggar aturan finansial yang ditetapkan oleh Liga Primer. Pernyataan ini mengindikasikan harapan Stoke City untuk mendapatkan pengakuan atas gelar yang seharusnya bisa mereka raih jika kompetisi berjalan adil.