Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk melaksanakan pilot project program sekolah gratis yang ditargetkan pada tahun 2027. Sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam kebijakan anggaran negara.
Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Said Abdullah, menjelaskan bahwa sasaran utama dari pilot project program pendidikan gratis untuk tingkat SD, SMP, dan SMA ini adalah Rp 5 triliun. Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 dirancang sebagai cerminan kebijakan politik anggaran negara yang bertujuan mewujudkan cita-cita kesejahteraan. Dalam kerangka ini, negara berkomitmen untuk menyediakan berbagai program subsidi, perlindungan sosial, serta pemberdayaan melalui program pendidikan dan kesehatan.
Said menambahkan bahwa APBN 2027 juga memberikan afirmasi khusus terhadap kawasan 3T (terluar, tertinggal, terdepan) melalui program-program seperti percepatan pembangunan infrastruktur daerah dan penyelenggaraan sekolah gratis. Ia menekankan bahwa setiap program pembangunan yang dijalankan pemerintah harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Kebijakan fiskal 2027 didesain tetap ekspansif, kolaboratif, terarah, dan terukur, dengan proyeksi defisit sebesar 2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Desain ini memastikan APBN 2027 tetap berorientasi pada pertumbuhan ekonomi (pro-growth), kesejahteraan rakyat (pro-welfare), dan keberlanjutan.
Pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp 3.435,1 triliun, sementara belanja negara sebesar Rp 4.106,3 triliun, yang akan ditopang oleh pembiayaan inovatif dan terukur senilai Rp 671,2 triliun. Said menyatakan bahwa program yang dibiayai harus dapat diukur, baik melalui pengukuran berbasis sains maupun melalui kepuasan langsung masyarakat sebagai penerima manfaat.
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengonfirmasi bahwa pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp 824 triliun untuk belanja pendidikan pada tahun 2027. Belanja di sektor pendidikan ini dipandang sebagai investasi krusial untuk pengembangan generasi masa depan Indonesia. “Manfaatnya hadir melalui Program Indonesia Pintar, KIP Kuliah, renovasi sekolah dan madrasah, pengembangan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, serta dukungan beasiswa dan pengembangan talenta melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan,” ujar Suahasil.