JAKARTA – Investor muda sekaligus founder dan chief investment officer (CIO) Hakimson.id, Andry Hakim, membeberkan alasan di balik langkahnya bersama Gabriel Rey dalam memborong saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK). Transaksi ini membuat keduanya secara kolektif menguasai 20% saham perusahaan transportasi tersebut.
Pembelian dilakukan melalui dua entitas. PT Pukul Rata Kanan, perusahaan milik Gabriel Rey, mengakuisisi 65.250.000 saham atau 15% saham TRUK dengan harga Rp 428 per saham, senilai Rp 27,9 miliar. Sementara itu, Hakimson Growth Capital, entitas Andry Hakim, membeli 21.750.000 saham atau setara 5% saham TRUK pada harga yang sama, dengan nilai pembelian Rp 9,3 miliar.
Saham sebanyak 87 juta lembar atau 20% dengan total nilai transaksi Rp 37,2 miliar tersebut dilepas oleh Catur Dharma Anugerah Surya. Andry Hakim menjelaskan bahwa Catur Dharma Anugerah Surya terafiliasi dengan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE). Menurutnya, Grup CBRE sebelumnya memang berencana mengakuisisi TRUK dan telah membeli sebagian saham perusahaan.
Dalam perkembangannya, Andry mengaku telah melakukan negosiasi dengan pihak Catur Dharma Anugerah Surya sebelum akhirnya ia dan Gabriel Rey mengambil alih saham tersebut. “Setelah itu, dalam dua bulan terakhir, saya sampaikan saya berminat beli saham perusahaan ini bersama Gabriel Rey,” ujar Andry Hakim dalam sebuah podcast yang disiarkan Stockbit.
Ia menambahkan bahwa proses pembicaraan berlangsung intensif, dengan pertemuan dua hingga tiga kali setiap pekan selama dua bulan terakhir untuk membahas transaksi tersebut. Andry juga menegaskan kedekatannya dengan pemilik CBRE berasal dari kepemilikan saham CBRE yang signifikan. “Saya kan kenal sama owner-nya CBRE karena sudah beli saham CBRE banyak, jadi kenal dong. Jadi ini bukan insider,” tegasnya.
Rencana Baru untuk TRUK
Andry Hakim mengungkapkan bahwa TRUK saat ini memiliki sekitar 90 armada truk dan sebelumnya ada rencana untuk menambah armada. Namun, ia menyatakan bahwa dirinya dan Gabriel Rey memiliki rencana lain yang belum dapat diungkapkan secara detail. “Kalau saya sama Gabriel Rey, ada rencana lain. Tapi kita belum bisa ngomong,” tuturnya.
Ia juga tidak menutup kemungkinan kepemilikan saham mereka akan bertambah di masa mendatang. “Seiring berjalan waktu, kita juga bisa nambah. Kita sudah ada agreement,” ucap dia.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan perubahan pengendali atau arah bisnis TRUK ke depan, Andry Hakim belum memberikan jawaban pasti. Ia hanya menyatakan bahwa masih terdapat banyak peluang yang dapat dikembangkan di perusahaan tersebut.