Analisis Kinerja Keuangan Alfamart dan Indomaret Semester I 2026

Dua raksasa ritel minimarket, Alfamart dan Indomaret, terus mendominasi lanskap perdagangan di Indonesia, seringkali hadir berdampingan di berbagai lokasi.

Alfamart dikelola oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dengan kode saham AMRT. Perusahaan ini berada di bawah kendali Djoko Susanto. Di sisi lain, Indomaret dioperasikan oleh PT Indomarco Prismatama, yang merupakan bagian dari portofolio PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET). Pengendali utama di tingkat individu untuk DNET adalah Anthoni Salim.

Pada paruh pertama tahun 2026, PT Sumber Alfaria Trijaya mencatatkan pertumbuhan pendapatan neto yang solid, mencapai Rp 67,95 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 6,48% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025, yaitu Rp 63,81 triliun.

Dari sisi profitabilitas, Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) berhasil meraih laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,02 triliun dalam enam bulan pertama tahun ini. Pertumbuhan ini mencapai 7,4% jika dibandingkan dengan Rp 1,88 triliun pada semester I-2025.

Sementara itu, Indoritel Makmur Internasional memegang saham sebesar 40% di PT Indomarco Prismatama, pengelola jaringan Indomaret.

Berdasarkan laporan keuangan PT Indoritel Makmur (DNET), Indomarco Prismatama membukukan penjualan neto sebesar Rp 64,12 triliun pada semester I-2026. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 943,5 miliar.

Angka ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan semester I-2025. Pada periode tersebut, Indomarco mencetak penjualan neto Rp 57,39 triliun dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,18 triliun. Data ini mengacu pada laporan keuangan DNET semester I-2025.

Tinggalkan komentar