Alexandria Islamic School Bantah Perundungan, Sebut Perkelahian Siswa Akibat Kesalahpahaman

Bekasi – Alexandria Islamic School di Kota Bekasi, Jawa Barat, memberikan klarifikasi terkait dugaan penganiayaan yang melibatkan siswanya. Pihak sekolah membantah keras bahwa peristiwa tersebut merupakan tindakan perundungan atau bullying.

Menurut pernyataan resmi yang diterima, kejadian tersebut lebih tepat digambarkan sebagai kesalahpahaman antara dua siswa kelas 1 SMP yang berujung pada perkelahian spontan. Peristiwa ini terjadi di area kamar tidur asrama, yang tidak dilengkapi CCTV karena merupakan ruang privasi siswa, sehingga luput dari pengawasan.

Alexandria Islamic School telah mengambil langkah cepat pada hari yang sama. Penanganan meliputi pemeriksaan di Unit Health Care, membawa siswa ke RS Siloam, menghubungi orang tua kedua belah pihak, memberikan pendampingan, serta melakukan mediasi.

Namun, proses mediasi tersebut belum mencapai kesepakatan. Akibatnya, salah satu pihak memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke kepolisian. Pihak sekolah menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.

Sekolah juga menghargai kebebasan informasi dan berpendapat. Namun, mereka berharap agar informasi yang disebarluaskan tetap sesuai dengan fakta dan tidak merugikan pihak mana pun. Terhadap penyebaran informasi yang dinilai tidak akurat dan berpotensi merusak nama baik sekolah, Alexandria Islamic School sedang mempertimbangkan langkah hukum.

Sebelumnya, informasi mengenai dugaan penganiayaan ini pertama kali dibagikan oleh orang tua korban melalui media sosial. Pihak keluarga melaporkan adanya luka lebam, benjol di kepala, dan nyeri di dada pada korban.

Korban sempat menyatakan luka tersebut didapat karena terjepit pintu. Namun, luka-luka baru terus ditemukan pada pekan berikutnya saat orang tua mengunjungi korban. Pihak sekolah kemudian membenarkan adanya keributan dan kekerasan yang dialami korban oleh rekannya. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya pecah pembuluh darah di area mata korban.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Dani Hamdani membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mendalami kasus ini. “Laporan telah diterima pihak kepolisian dan sedang diproses penyelidikan. Sudah ada laporannya. Kita tindak lanjuti dan selidiki,” ujar Dani.

Tinggalkan komentar