5 Perempuan Tajir Melintir Indonesia, Ada yang Capai Rp 100 Triliun

Lima perempuan asal Indonesia berhasil menempati posisi teratas sebagai individu terkaya, dengan total kekayaan bersih yang mencapai angka fantastis, bahkan menembus Rp 100 triliun. Marina Budiman tercatat sebagai yang paling tajir di antara mereka.

Sumber kekayaan kelima perempuan konglomerat ini berasal dari berbagai lini bisnis strategis, meliputi industri pusat data, sektor perbankan, industri tembakau, pertambangan batu bara, hingga perkebunan kelapa sawit.

Berdasarkan data terbaru dari The Real-Time Billionaires List Forbes yang dipantau pada Selasa malam (29/9/2026), Marina Budiman memimpin daftar dengan kekayaan bersih mencapai US$ 5,8 miliar, atau jika dikonversikan setara dengan Rp 104,1 triliun.

Berikut adalah daftar lengkap lima perempuan terkaya di Indonesia:

1. Marina Budiman – US$ 5,8 miliar (Rp 104,1 triliun)

Marina Budiman adalah salah satu pendiri sekaligus menjabat sebagai komisaris utama di PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Perusahaan yang bergerak di bidang pusat data ini didirikannya bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia pada tahun 2011.

2. Vanessa Hartono – US$ 3,7 miliar (Rp 66,4 triliun)

Vanessa Hartono mewarisi kekayaan dari sang ayah, Michael Hartono. Forbes melaporkan bahwa sumber kekayaan Vanessa berasal dari sektor perbankan dan tembakau, termasuk aset keluarga yang terhubung dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

3. Tessa Natalia Hartono – US$ 3,7 miliar (Rp 66,4 triliun)

Tessa Natalia Hartono juga merupakan salah satu ahli waris dari mendiang Michael “Bambang” Hartono. Ia tercatat sebagai komisaris pada Djarum, salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia. Forbes menggarisbawahi bahwa kekayaan keluarga Hartono mencakup bisnis tembakau, kepemilikan di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), sektor properti, dan industri elektronik.

4. Dewi Kam – US$ 3 miliar (Rp 53,8 triliun)

Mayoritas kekayaan Dewi Kam bersumber dari kepemilikan saham minoritas di PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Selain itu, Forbes juga mencatat keterlibatannya dalam proyek pembangunan dan operasional pembangkit listrik.

5. Wirastuty Fangiono – US$ 1,9 miliar (Rp 34,1 triliun)

Wirastuty Fangiono memegang kendali atas PT FAP Agri Tbk (FAPA), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2021. Ia juga tercatat memiliki saham di First Resources Limited, perusahaan yang terdaftar di Bursa Singapura.

Tinggalkan komentar