Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan atau Zulhas, kini berperan sebagai sentral untuk meredam ego sektoral antarlembaga pemerintah. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan langkah seluruh kementerian teknis demi mencapai target swasembada pangan nasional di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Zulhas menjelaskan bahwa keberhasilan koordinasi antar-kementerian merupakan kunci utama dalam pelaksanaan berbagai program strategis di sektor pangan. Ia menegaskan bahwa perannya sebagai Menko Pangan adalah untuk mengawal dan memastikan keberhasilan program-program tersebut.
“Menko Pangan itu tugasnya mengawal dan memastikan program ini berhasil. Itu tugas saya. Oleh karena itu banyak bottlenecking antara pemerintah daerah pusat atau antarkementerian itu. Misalnya saya ambil contoh, kenapa kita bisa cepat swasembada pangan? Kita pelajari masalahnya,” kata Zulhas dalam acara Zulhas Bikin Jelas beberapa waktu lalu.
Menurut Zulhas, ego sektoral di masa lalu sering kali menyebabkan kebijakan antar-kementerian tidak terintegrasi dengan baik, bahkan menimbulkan kebuntuan koordinasi. Ia mencontohkan masalah pengolahan lingkungan seperti sampah yang rumit, di mana menteri-menteri terkait pada masa lalu sulit untuk bertemu dan berkoordinasi.
“Begitu juga pengolahan lingkungan seperti sampah dan sebagainya yang ruwet. Pernah Pak Luhut nggak pernah ketemu dengan Menteri LH waktu itu dan Menteri Kehutanan. Pak Menhan pun Pak Prabowo waktu itu dengan sulit sekali, itu juga sudah kita selesaikan,” ungkap Zulhas.
Dengan komunikasi yang rutin dan koordinasi yang cair, berbagai permasalahan tumpang tindih regulasi berhasil diselesaikan di tingkat Kemenko Pangan tanpa perlu membebani Presiden. Zulhas meyakini bahwa ketulusan dan kesungguhan dalam menjalankan amanah demi kepentingan bersama, khususnya kepentingan Indonesia, dapat membawa keberhasilan.
“Ada ego sektoral, ada kepentingan pusat daerah. Ini bisa kita selesaikan dengan baik. Dan Alhamdulillah, karena kita tulus dan mungkin sungguh-sungguh, dan ini kepentingan bersama, kepentingan Indonesia, kepentingan Merah Putih, ini bisa berhasil,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zulhas mengungkapkan bahwa jika ada masalah antar-kementerian yang sangat krusial dan sulit menemukan titik temu, ia tidak ragu untuk meminta Presiden Prabowo memimpin rapat secara langsung. “Kalau enggak, saya minta Pak Prabowo yang mimpin rapat. Mereka biasanya mendengarkan saya. Udah berat banget, saya minta Pak Presiden,” tambah Zulhas.
Sinergi yang solid ini juga didukung oleh kementerian teknis terkait, termasuk Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor kini berjalan sangat aktif untuk membangun ketahanan pangan mulai dari tingkat desa.
“Jadi sekarang kita perbanyak, misalkan kalau daerah yang sulit air kita banyak sumur bor air bersih. Kita lakukan bantuan ke BUMDes-BUMDes. Kita lakukan untuk jalan, dan lain sebagainya. Jadi ini terus saja secara simultan,” pungkas Yandri.