Gastronomi Indonesia Digenjot Jadi Kekuatan Wisata Unggulan

Wisata gastronomi di Indonesia tidak hanya sebatas mencicipi hidangan, tetapi juga berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan utama yang menggerakkan sektor pariwisata. Pengembangan ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa tujuan utama pengembangan ini adalah menjadikan rasa sebagai alasan utama orang melakukan perjalanan. “Kita ingin rasa menjadi alasan orang melakukan perjalanan, datang ke suatu daerah, bertemu masyarakatnya, mengenal bahan pangannya, mendengar ceritanya, lalu meninggalkan manfaat ekonomi bagi mereka yang hidup di sepanjang rantai gastronomi tersebut,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (4/10/2026).

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui ajang Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 berupaya mempertemukan kekayaan kuliner Indonesia dengan para pelaku industri dan pasar. Forum ini berhasil menarik antusiasme tinggi dengan 22 pembicara dalam lima sesi diskusi dan satu sesi ulasan buku, melampaui target partisipasi 300 orang.

Widiyanti menjelaskan bahwa WIG 2026 menjadi wadah bagi pemerintah, pelaku industri, chef, praktisi, akademisi, dan komunitas untuk membahas gastronomi dari berbagai perspektif, baik sebagai identitas maupun penggerak sosial-ekonomi. “Bagaimana warisan kuliner dapat berkembang menjadi bisnis, potensi wisata gastronomi, hingga bagaimana rasa dan cerita Indonesia dapat dibangun menjadi narasi global,” ujarnya.

Acara WIG Talks 2026 yang dibuka di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, pada Jumat (2/10/2026), merupakan bagian dari langkah strategis Kementerian Pariwisata dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Warna-Warni Kuliner Nusantara Menginspirasi Bisnis

Semangat untuk menyatukan kekayaan rasa dengan peluang bisnis juga diwujudkan melalui Artisan Market yang diselenggarakan pada 2–4 Oktober 2026 di lokasi yang sama. Sebanyak 21 tenant dari wilayah Joglosemar dan Jakarta, bersama 13 kolaborator, menghadirkan beragam workshop, sesi berbagi pengalaman, dan demo masak langsung. Kegiatan ini menargetkan kehadiran hingga 1.300 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan.

Artisan Market menjadi platform yang merayakan keberagaman, kreativitas, dan kualitas produk gastronomi lokal. Pengunjung dapat menemukan berbagai produk inovatif berbahan baku lokal, mulai dari beras beraroma khas, rempah pilihan, keju artisan berstandar internasional, hingga teh dan kopi nusantara serta jamu tradisional yang dikemas secara modern.

Produk-produk lain yang turut meramaikan acara meliputi madu murni, gula kelapa organik, tempe berkualitas tinggi, kue kering artisanal, serta minuman fermentasi seperti kombucha dan soda artisan. Keberagaman ini menyoroti potensi besar bahan baku lokal dan kreativitas para pelaku gastronomi Indonesia dalam menciptakan produk bernilai tambah yang siap bersaing di pasar global.

“Produsen dan UMKM dari berbagai daerah dipertemukan dengan pasar melalui beragam produk. Ini penting, karena ekosistem gastronomi hanya akan berkembang ketika mereka yang menghasilkan produk juga memperoleh akses kepada pembeli, industri, dan peluang pasar yang lebih luas,” kata Menpar.

Widiyanti menambahkan bahwa pertemuan antara produsen, UMKM, industri, dan konsumen adalah kunci dalam membangun ekosistem gastronomi yang berkelanjutan. “Dengan demikian, kekayaan kuliner tidak hanya terjaga sebagai warisan, tetapi juga terus berkembang menjadi sumber nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat,” tegasnya.

Wisman Tembus 10,58 Juta, Pariwisata Indonesia Pulih

Di tengah geliat pengembangan wisata gastronomi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari–Agustus 2026, tercatat 10,58 juta kunjungan wisman, sebuah peningkatan 5,38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menjadi capaian tertinggi sejak pandemi COVID-19.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan bahwa peningkatan ini menandakan pemulihan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan. “Capaian kunjungan wisman Januari sampai dengan Agustus 2026 merupakan capaian tertinggi sejak 2020. Ini menunjukkan adanya kebangkitan ke arah kondisi sebelum pandemi COVID-19,” jelasnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Kinerja positif juga tercatat pada bulan Agustus 2026, dengan 1,60 juta kunjungan wisman. Angka ini terdiri dari 1,43 juta kunjungan melalui pintu masuk utama dan sekitar 166,61 ribu kunjungan melalui pintu perbatasan.

Secara bulanan, jumlah kunjungan wisman pada Agustus meningkat 4,89% dibandingkan Juli 2026. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Agustus tahun lalu, pertumbuhan kunjungan wisatawan asing mencapai 6,27% secara tahunan.

Berdasarkan negara asal, wisatawan Malaysia mendominasi kunjungan ke Indonesia pada Agustus dengan porsi 18,52%, diikuti oleh Australia sebesar 10,75%, dan China sebesar 10,16%.

Perkembangan kunjungan dari ketiga negara tersebut menunjukkan dinamika yang berbeda secara bulanan. Kunjungan dari Malaysia dan China meningkat, sementara wisatawan Australia mengalami penurunan. Namun, secara tahunan, kunjungan dari ketiga negara tersebut menunjukkan peningkatan.

Bali masih menjadi salah satu gerbang utama masuknya wisatawan asing. Bandara I Gusti Ngurah Rai tercatat sebagai pintu masuk utama dengan jumlah kunjungan wisman terbanyak, yang didominasi oleh wisatawan pemegang paspor Australia. “Kunjungan melalui Bandara Ngurah Rai didominasi wisatawan pemegang paspor Australia,” kata Ateng.

Peningkatan kunjungan wisatawan asing ini terjadi bersamaan dengan tingginya tingkat perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus). Pada Agustus 2026, tercatat 104,30 juta perjalanan wisnus, mengalami sedikit penurunan 2,92% secara bulanan, namun masih tumbuh 11,47% dibandingkan Agustus 2025.

Secara kumulatif, perjalanan wisnus sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai 842,15 juta perjalanan. Angka ini meningkat 4,29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menjadi yang tertinggi untuk periode Januari–Agustus setidaknya sejak 2019.

Tinggalkan komentar