Prabowo Resmikan Puluhan Satuan Baru TNI di HUT ke-81, Fokus Penguatan Teritorial

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin (5/10/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Berbeda dari perayaan sebelumnya, puncak HUT ke-81 TNI kali ini dilaksanakan lebih sederhana tanpa demonstrasi alutsista maupun defile pasukan skala besar. Rangkaian acara yang semula direncanakan di Monumen Nasional (Monas) dialihkan ke Mabes TNI karena mayoritas prajurit sedang bertugas membantu penanganan bencana alam dan misi kemanusiaan di berbagai daerah.

Meskipun digelar secara terbatas untuk internal militer, peringatan ini menjadi momentum penting untuk perombakan dan penguatan struktur pertahanan nasional. Presiden Prabowo secara langsung meresmikan serta mengukuhkan puluhan satuan baru di lingkungan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Langkah restrukturisasi organisasi militer ini mencakup pembentukan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru, yaitu Kodam XXV/ Mahmud Riayat Syah, Kodam XXVI/ Mataram, Kodam XXVII/ Sobe Sonbai, Kodam XXVIII/ Moloku Kie Raha, Kodam XXIX/ Mambruk, dan Kodam XXX/ Rinombara. Selain itu, dibentuk pula 30 Brigade Infanteri (Brigif) Teritorial Pembangunan dan 150 Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan, serta satuan-satuan operasional baru di lingkungan TNI AL dan TNI AU.

Pembentukan satuan-satuan baru ini dirancang untuk memperluas jangkauan pengamanan teritorial, memeratakan struktur pertahanan di luar Pulau Jawa, dan meningkatkan sinergi prajurit dalam mendukung program pembangunan nasional di kawasan terdepan dan terluar.

Penguatan organisasi TNI melalui pembentukan Kodam serta Batalyon Teritorial Pembangunan baru merupakan bagian dari penataan ulang strategi pertahanan kawasan Indonesia. Seiring dengan luasnya wilayah kepulauan dan pergeseran peta kerawanan geopolitik regional, penambahan komando teritorial dinilai krusial untuk mempercepat respons pertahanan serta pemerataan infrastruktur keamanan di daerah.

Keputusan untuk mengalihkan perayaan puncak dari Monas ke Mabes TNI Cilangkap juga mempertegas komitmen TNI pada pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Dengan memprioritaskan pengerahan prajurit untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di berbagai pelosok Tanah Air, TNI menekankan bahwa kekuatan militer tidak hanya diukur dari parade alutsista, melainkan pada kesiapsiagaan nyata prajurit dalam melindungi dan melayani rakyat.

Tinggalkan komentar