SERANG – Warga Kampung Sikupa, Desa Taman Sari, Kecamatan Baros, Kota Serang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang telah membusuk di area perkebunan tanah bengkok pada Minggu (27/9) siang. Penemuan ini sontak menggegerkan warga sekitar yang kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Tanah bengkok sendiri merupakan lahan desa yang dikelola oleh perangkat desa sebagai bagian dari tunjangan atau gaji. Saksi mata, AH, awalnya sedang berada di lahan kosong tersebut sekitar pukul 10.00 WIB dan mencium bau busuk yang menyengat. Ia mencari sumber bau tersebut dengan niat awal menyemprot rumput di lahan yang akan digarap.
Saat melakukan pencarian, saksi menemukan sesosok mayat yang sudah membusuk. Korban masih mengenakan pakaian lengkap, namun tidak ditemukan adanya identitas yang melekat pada jenazah tersebut. Mengetahui temuan yang mengerikan itu, saksi AH segera menghubungi Ketua RW setempat.
Informasi penemuan mayat tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian Sektor (Polsek) Baros, Polresta Serang Kota. Kapolsek Baros, Iptu Lambasa Nababan, membenarkan kejadian tersebut pada Senin (28/9/2026). “Mengetahui hal tersebut, saksi AH (penemu mayat) kemudian menghubungi Ketua RW setempat. Selanjutnya, informasi tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Baros Polresta Serang Kota,” ujar Lambasa.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Polsek Baros Polresta Serang Kota segera mendatangi lokasi kejadian. Tim melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area sekitar, serta memasang garis polisi untuk mencegah aktivitas yang tidak diinginkan.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten untuk dilakukan penanganan lebih lanjut, termasuk proses autopsi. Lambasa mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait identitas korban untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian.
“Apabila ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga, kami mengimbau agar segera menghubungi kepolisian untuk membantu proses identifikasi,” katanya. Hingga kini, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban apakah ada unsur pidana atau bukan. Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, menyatakan bahwa proses autopsi akan segera dilakukan untuk mengungkap identitas dan penyebab kematian korban.