Jakarta – Seorang wanita dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) rute Jakarta Kota-Nambo pada Senin (28/9) malam. Pelaku pelecehan kini telah berhasil diamankan.
Insiden ini menjadi viral di media sosial, dengan narasi bahwa pelaku menggunakan modus menggesekkan alat kelaminnya kepada korban. Rekaman yang beredar memperlihatkan seorang wanita duduk di kursi penumpang sambil menangis histeris. Dalam video tersebut, seorang wanita berhijab hitam tampak memarahi dan memaki pelaku yang mengenakan masker, serta meminta penumpang lain untuk memanggil petugas keamanan.
Ketika pintu KRL terbuka di Stasiun Lenteng Agung, petugas keamanan segera mengamankan terduga pelaku yang digiring oleh penumpang lain. Sementara itu, korban diminta untuk mengikuti petugas keamanan.
Public Relation Manager KAI Commuter, Leza Arlan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa laporan dari penumpang segera ditindaklanjuti oleh petugas. “Menindaklanjuti laporan tersebut, Petugas Pengamanan Kereta (PAM Walka) bersama Petugas Pengamanan Stasiun segera mengamankan terduga pelaku,” kata Leza, Rabu (30/9/2026).
Selanjutnya, terduga pelaku dan korban dibawa ke Pos Pengamanan Stasiun Lenteng Agung untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Saat pemeriksaan, terduga pelaku mengakui perbuatannya terhadap korban.
KAI Commuter menyayangkan kejadian serupa yang kembali terjadi dan menegaskan tidak akan menoleransi tindakan kriminalitas, termasuk kekerasan seksual, di dalam Commuter Line maupun di area stasiun. Sebagai sanksi tegas, KAI Commuter akan memasukkan pelaku ke dalam daftar hitam (blacklist) pada sistem CCTV Analytics agar tidak dapat menggunakan layanan KRL kembali.
“Sebagai langkah pencegahan, KAI Commuter akan memasukkannya ke dalam daftar hitam (blacklist) pada sistem CCTV Analytics KAI Commuter agar pelaku tidak dapat menggunakan layanan Commuter Line kembali,” ungkap Leza.
KAI Commuter mengapresiasi pengguna lain yang menunjukkan kepedulian terhadap sesama pengguna yang menjadi korban dan segera melaporkan tindakan pelaku kepada petugas. Perusahaan juga menjamin keamanan seluruh pengguna Commuter Line.
“Dalam kaitan dengan perilaku kekerasan seksual ini, kami memastikan akan mendampingi korban sampai ke pihak yang berwajib,” ujar Leza.
KAI Commuter mengimbau seluruh penumpang untuk tidak ragu melaporkan kepada petugas dan berani bersuara apabila melihat atau mengalami tindakan tidak menyenangkan, seperti kekerasan seksual. Laporan dapat disampaikan langsung kepada petugas di lapangan atau melalui media sosial resmi KCI.