V1: Bom Terbang Nazi yang Meneror Inggris di Perang Dunia II

Selama Perang Dunia II, teknologi persenjataan Nazi Jerman menjadi momok bagi pasukan Sekutu. Salah satu inovasi yang paling mengancam Inggris adalah bom terbang, yang kemudian dikenal sebagai cikal bakal pengembangan rudal jelajah modern.

Dikutip dari RAF Museum (Royal Air Force Museum), pesawat tanpa awak ini memiliki nama resmi Fieseler Fi 103, namun lebih populer dengan sebutan V1. Nama V1 sendiri merupakan singkatan dari Vergeltungswaffe atau Vengeance Weapon 1. Senjata ini merupakan bom terbang pertama yang dikembangkan oleh Nazi Jerman dan dianggap sebagai rudal jelajah pertama di dunia serta rudal terpandu pertama yang digunakan secara massal dalam peperangan.

Konsep awal bom terbang ini sebenarnya telah dirancang sejak tahun 1935. Namun, pengembangannya memakan waktu cukup lama karena berbagai kendala desain dan minimnya prioritas dari petinggi militer Jerman. Baru pada Juni 1942, pesanan produksi massal pertama dikeluarkan. Sepanjang perang, Jerman berhasil memproduksi setidaknya 29.000 unit V1.

V1 ditenagai oleh mesin pulsejet yang menghasilkan suara dentuman keras dan getaran khas. Suara inilah yang kemudian memberikannya julukan “buzz-bomb”. Penerbangan V1 dikendalikan secara otomatis menggunakan giroskop untuk mengatur arah kemudi, baik rudder maupun elevator. Sebuah baling-baling kecil di bagian hidung pesawat, yang disebut air log, berfungsi mengukur jarak tempuh yang telah diatur sebelumnya. Ketika jarak tempuh tercapai, sistem akan memicu bom untuk menukik atau meluncur jatuh ke sasaran. Sistem navigasi ini tergolong kasar, sehingga tingkat akurasi V1 tidak begitu tinggi.

Bom Terbang Teror Inggris

Serangan pertama V1 yang menyasar kota London, Inggris, diluncurkan pada 13 Juni 1944. Dalam kurun waktu dua minggu saja, tepatnya hingga 29 Juni 1944, diperkirakan sekitar 2.000 unit V1 telah ditembakkan dari 40 lokasi peluncuran yang beroperasi.

Meskipun hanya sekitar 1 dari 4 unit V1 yang berhasil mencapai sasaran di London, serangan ini menimbulkan teror yang luar biasa bagi penduduk Inggris. Peluncuran V1 terakhir yang dilaporkan berhasil menghantam ibu kota Inggris terjadi pada 2 Maret 1945.

Tinggalkan komentar