Cody Gakpo Ungkap Musim Panas Penuh Cobaan: Kehilangan Anak hingga Potensi Dijual Liverpool

Musim panas tahun ini menjadi periode yang sangat berat bagi penyerang Liverpool, Cody Gakpo, baik dalam kehidupan pribadi maupun kariernya di sepak bola. Ia harus menghadapi cobaan kehilangan anak keduanya di kandungan sang istri pada bulan Juni lalu.

Tak lama setelah kabar duka tersebut, Gakpo juga dihadapkan pada ketidakpastian karier. Liverpool sempat mempertimbangkan untuk menjualnya ke Manchester City, meskipun pada akhirnya keputusan itu tidak diambil. Pengalaman ini terjadi setelah musim yang sulit bagi Liverpool, yang gagal meraih gelar dan hanya mampu mengamankan posisi kelima di klasemen akhir.

Menanggapi situasi tersebut, Gakpo mengungkapkan betapa sulitnya periode itu bagi dirinya dan keluarga. “Musim panas tahun ini, dan segala yang berkaitan dengan sepakbola serta hidup, sulit buat saya dan keluarga saya. Saya cuma membiarkannya mengalir begitu saja dan berakhirlah seperti itu,” kata Gakpo dikutip dari The Guardian.

Ia menambahkan bahwa dalam situasi yang tidak bisa dipilih, ia hanya bisa fokus pada keahliannya, yaitu bermain sepak bola. “Saya tak bisa memilih (soal dilepas Liverpool). Maka saya cuma harus mencoba melakukan keahlian saya, dan itu adalah bermain sepakbola. Saya mungkin bisa sangat khawatir tentang semua yang bisa terjadi, atau yang tidak terjadi, atau apapun itu, tapi itu tak akan membantu meringankan situasi,” jelasnya.

Gakpo menegaskan bahwa cerita di balik spekulasi transfernya cukup panjang dan musim panas lalu sangat berat dalam segala aspek. “Ceritanya sangat panjang. Musim panas ini sangat berat dalam segala hal. Jadi saya biarkan saja semuanya berjalan dan melihat bagaimana itu berakhir, dan hasilnya seperti ini,” tuturnya.

Rangkaian ujian tersebut tampaknya telah mematangkan mental dan hati Gakpo. Ia kini menunjukkan sikap yang lebih legawa dan fokus menikmati permainannya di lapangan hijau. Dampaknya pun sudah terasa bagi Liverpool musim ini, di mana ia telah mencetak dua gol dan memberikan empat assist dalam enam penampilan di semua ajang.

“Bukan karakter saya seperti itu (kesal karena tak jadi pindah). Saya sekarang di titik bahwa saya tak keberatan, saya cuma mau menikmati sepakbola dengan teman-teman dan rekan-rekan,” sambungnya. Ia menambahkan, “Saya ingin menikmati hidup dan apapun yang terjadi, terjadilah. Kalau saya tak punya kendali atas situasi yang terjadi, saya tak akan khawatir. Jadi saya cuma fokus bekerja saja.”

Tinggalkan komentar