Tren Perawatan Kulit: Kolagen Alami Jadi Pilihan Jangka Panjang

JAKARTA – Pendekatan perawatan estetika kini mulai bergeser ke arah native collagen, seiring meningkatnya kebutuhan pasien akan kualitas dan struktur kulit jangka panjang, bukan sekadar hasil instan.

Dermatologist dr. Armansjah Dara Sjahruddin SpDVE menjelaskan bahwa kebutuhan pasien dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan signifikan. Mereka tidak hanya menginginkan perubahan yang terlihat secara cepat, tetapi juga berfokus pada pemeliharaan kualitas kulit seiring bertambahnya usia.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan pasien bergeser. Mereka tidak hanya mencari perubahan yang terlihat, tetapi juga ingin menjaga kualitas kulit seiring bertambahnya usia. Karena itu, pendekatan berbasis kolagen semakin relevan dalam estetika,” ujar dr. Dara dalam keterangan pers, Senin (28/9/2026).

Menjawab tren ini, inovasi Nithya Native Collagen, yang memanfaatkan sumber kolagen dari tendon kuda, hadir sebagai solusi untuk kebutuhan collagen replacement dan regeneration. Perawatan ini diperkenalkan di Indonesia melalui Natasha Luxe, klinik premium dari Natasha Skin Clinic.

Natasha Luxe menjadi klinik pertama di Indonesia yang menggunakan Nithya Native Collagen, diperkenalkan dalam acara Natasha Luxe Society Gathering di Natasha Luxe Wijaya, Jakarta, pada Senin (28/9/2026).

Menurut dr Armansjah, native collagen seperti Nithya menawarkan opsi baru dalam perawatan estetika, khususnya dalam mendukung struktur kulit dan merangsang regenerasi kolagen.

“Keunggulan Nithya Native Collagen terletak pada pendekatannya terhadap kualitas kulit. Kandungan kolagen tipe I dalam bentuk native digunakan untuk membantu mendukung struktur kulit serta merangsang pembentukan kolagen baru,” papar dr. Armansjah.

Ia menambahkan bahwa perubahan pada kolagen dan kualitas kulit mulai dirasakan berbeda oleh setiap individu ketika memasuki usia 30-an. Oleh karena itu, perawatan estetika perlu dirancang secara personal untuk mendapatkan hasil yang optimal.

“Memasuki usia 30-an, perubahan kolagen dan kualitas kulit mulai terasa berbeda pada setiap orang. Karena itu, perawatan estetika perlu direncanakan secara personal,” kata dr Armansjah.

Lebih lanjut, dr. Armansjah menekankan bahwa perawatan kulit dapat menjadi bagian dari self-care sekaligus investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas serta mempertahankan tampilan alami kulit.

Tinggalkan komentar