JAKARTA – Mantan manajer Stoke City, Tony Pulis, angkat bicara mengenai kasus dugaan manipulasi keuangan yang menjerat Manchester City. Pulis merasa timnya, Stoke City, telah dicurangi oleh The Citizens dalam partai final Piala FA 2011.
Manchester City dilaporkan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan pelanggaran finansial yang diajukan oleh Premier League. Akibatnya, The Citizens terancam sanksi berat, termasuk kemungkinan pencabutan gelar yang diraih antara musim 2009/2010 hingga 2017/2018.
Salah satu gelar yang berpotensi dicabut adalah Piala FA 2011. Pada final tersebut, Manchester City berhasil mengalahkan Stoke City dengan skor 1-0 berkat gol tunggal Yaya Toure.
Banyak pendukung Stoke City berharap tim kesayangan mereka dapat ‘mewarisi’ trofi Piala FA jika Man City terbukti bersalah. Namun, Tony Pulis, yang kala itu membawa Stoke City ke final, memiliki pandangan yang berbeda.
Menurut Pulis, Stoke City tidak akan menerima trofi Piala FA 2011 sebagai ‘warisan’. Ia memprediksi sanksi yang paling mungkin diterima Man City adalah pengurangan poin dan denda yang signifikan.
“Saya tidak berharap Manchester City akan menghubungi saya atau klub dan menawarkan kembali Piala FA 2011 dan medali pemenang yang diterima para pemain mereka,” ujar Pulis dalam tulisannya di BBC.
Ia menambahkan, “Saya juga tidak yakin trofi dan gelar lainnya akan dikembalikan. Pengurangan poin dan denda besar terasa jauh lebih mungkin. Namun saya tetap merasa dicurangi.”
Pulis menyatakan bahwa apapun yang terjadi, pengalaman di hari final itu tidak akan bisa kembali. “Apa pun yang terjadi selanjutnya, kami tidak akan pernah mendapatkan kembali hari itu dan kesempatan untuk merayakan di sekitar Stoke-on-Trent dengan piala dan medali yang telah kami perjuangkan dengan jujur. Setelah melanggar aturan, Manchester City yang mendapatkan kesempatan itu,” pungkasnya.