PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), melalui anak usahanya PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), telah menandatangani berita acara kesepakatan (BAK) kerja sama strategis dengan PT CCSI Konektivitas Digital, anak usaha dari Communication Cable Systems Indonesia (CCSI). Kesepakatan ini bertujuan untuk membangun sistem komunikasi kabel laut (SKKL) SUB-2.
Pembangunan SKKL SUB-2 ini merupakan kelanjutan dari rencana sebelumnya antara Telkom dan CCSI. Rute kabel laut ini dirancang untuk menghubungkan tiga pulau besar di Indonesia, yaitu Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan. Kolaborasi ini menegaskan komitmen kuat kedua perusahaan dalam mengembangkan infrastruktur kabel laut demi memenuhi kebutuhan kapasitas digital yang terus meningkat.
Direktur Planning InfraNexia, Ronny Arnaz, menyatakan bahwa pertumbuhan trafik dan layanan digital harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai. “Pengembangan infrastruktur konektivitas membutuhkan sinergi yang kuat dan perencanaan jangka panjang. Melalui pengembangan SKKL SUB-2 bersama CCSI-KD, kami ingin membangun fondasi yang semakin andal untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan data sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan ekosistem digital nasional,” kata Ronny dalam keterangan resmi, Rabu (30/9/2026).
Melalui penandatanganan BAK, InfraNexia dan CCSI-KD akan melanjutkan berbagai tahapan persiapan pembangunan SKKL SUB-2. Tahapan tersebut mencakup aspek teknis, komersial, hingga penyusunan perjanjian definitif. Selain itu, kedua perusahaan sepakat untuk membentuk Komite Manajemen Interim (KMI) yang akan berfungsi sebagai wadah koordinasi dalam mempersiapkan dan mengawal tahapan lanjutan proyek.
Kolaborasi pembangunan SKKL SUB-2 ini sejalan dengan upaya InfraNexia untuk terus memperkuat fondasi infrastruktur digital. Infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan konektivitas berbagai pelaku industri. Kehadiran infrastruktur kabel laut memiliki peran penting dalam menghubungkan jaringan antardaerah, sekaligus mendukung peningkatan kapasitas konektivitas seiring dengan pertumbuhan trafik dan kebutuhan layanan digital.
Ronny menambahkan, “Kami melihat SKKL SUB-2 bukan hanya sebagai pembangunan infrastruktur, tetapi sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat konektivitas Indonesia. Dengan kapabilitas yang saling melengkapi, kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi industri dan mendukung konektivitas yang semakin luas di Indonesia.”