Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono telah memaparkan empat agenda prioritas yang akan menjadi fokus utama kementeriannya di bawah kepemimpinannya. Keempat pilar ini meliputi transformasi pendidikan, penguatan ekosistem kesehatan, ketahanan bencana, serta pemberantasan kemiskinan. Arah kebijakan ini sejalan dengan visi “Manusia Indonesia Unggul” yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sugiono resmi mengemban tugas sebagai Menko PMK setelah melakukan serah terima jabatan dengan Pratikno pada Senin (5/10/2026) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta. Dalam pesannya saat sertijab, Pratikno menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga disertai dengan pemerataan agar tidak ada masyarakat yang tertinggal.
“Memang kita mendapatkan mandat bagaimana kita menyiapkan SDM yang hebat, yang globally competitive. Tapi saya selalu mengatakan, kita juga ngurusi jangan sampai ada anak Indonesia, orang Indonesia yang tertinggal!” tegas Pratikno.
Pendidikan Berkeadilan
Transformasi pendidikan menjadi salah satu fokus krusial. Kemenko PMK menargetkan renovasi 300 ribu sekolah dan madrasah, pembangunan 500 sekolah nasional terintegrasi, serta percepatan digitalisasi pendidikan. Lebih lanjut, wacana mengenai pendidikan gratis dari jenjang prasekolah hingga universitas negeri sedang dimatangkan. “Intinya dari semua program tersebut adalah bagaimana memberikan akses yang terbaik terhadap pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Sugiono.
Transformasi Ekosistem Kesehatan
Agenda kedua adalah transformasi ekosistem kesehatan. Pemerintah berencana merevitalisasi 10.000 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan merenovasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di berbagai penjuru negeri. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan guna meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan medis yang lebih baik.
Penguatan Ketahanan Bencana
Penguatan ketahanan bencana juga masuk dalam agenda utama Kemenko PMK. Mengingat Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang rentan terhadap bencana, prioritas akan diberikan pada peningkatan sistem peringatan dini (early warning system), penguatan kapasitas tanggap darurat, dan percepatan rekonstruksi pascabencana.
Pemberantasan Rantai Kemiskinan
Fokus terakhir adalah pemberantasan rantai kemiskinan. Hal ini akan dilakukan melalui perbaikan penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran. Intervensi pemerintah akan diprioritaskan pada kelompok masyarakat yang paling rentan, termasuk fakir miskin, anak yatim, penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Keempat agenda ini menjadi landasan awal Sugiono dalam menjalankan tugasnya sebagai Menko PMK, mencakup sektor-sektor vital yang berkaitan langsung dengan pembangunan kualitas manusia Indonesia.