SMI Kucurkan Rp 178 M untuk Infrastruktur Maluku

JAKARTA – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI bersama Pemerintah Provinsi Maluku resmi menandatangani perjanjian pembiayaan daerah senilai Rp 178,02 miliar. Dana ini dialokasikan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur vital di Maluku, meliputi jalan dan jembatan, sistem irigasi, serta fasilitas pengaman pantai.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menekankan pentingnya dukungan pembiayaan ini dalam mengatasi tantangan geografis Maluku yang merupakan provinsi kepulauan. Konektivitas antarwilayah menjadi kunci utama yang diharapkan dapat ditingkatkan melalui kerja sama ini.

“Maluku membutuhkan infrastruktur yang dapat menjawab tantangan konektivitas antarwilayah. Karena itu, kerja sama dengan PT SMI ini menjadi langkah penting bagi Pemerintah Provinsi Maluku untuk mempercepat pembangunan jalan, jembatan, irigasi, dan pengaman pantai,” ujar Hendrik dalam keterangan resmi, Senin (28/9/2026).

Dana pembiayaan tersebut akan digunakan untuk menangani 17 ruas jalan, satu jembatan provinsi, rehabilitasi jaringan irigasi, serta empat kegiatan pembangunan infrastruktur pengaman pantai. Program ini sejalan dengan Misi 4 RPJMD Provinsi Maluku 2025–2029 yang berfokus pada peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur dasar, transportasi, dan telekomunikasi.

Hendrik berharap pembangunan infrastruktur ini dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, memperlancar mobilitas dan distribusi hasil produksi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Maluku.

Saat ini, panjang jalan provinsi di Maluku mencapai sekitar 996,35 kilometer, dengan tingkat kelayakan 54,79% per Januari 2026. Pembangunan jalan dan jembatan difokuskan untuk memperkuat konektivitas, membuka akses ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta menghubungkan pusat-pusat ekonomi dan pelayanan dasar.

Kajian pembiayaan memperkirakan setiap tambahan Rp 1 pembiayaan infrastruktur dapat menciptakan output ekonomi sebesar Rp 1,73 di Maluku. Dari sisi ketenagakerjaan, penambahan 100 tenaga kerja berpotensi menciptakan 157 tenaga kerja lainnya.

Dampak ekonomi diperkirakan akan dirasakan oleh berbagai sektor, termasuk konstruksi, pertanian, perikanan, industri makanan dan minuman, perdagangan, real estate, jasa pendidikan, serta jasa pertanian.

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menambahkan bahwa pembiayaan infrastruktur daerah sangat krusial untuk membuka akses dan memperkuat aktivitas ekonomi, terutama di wilayah kepulauan. Pembangunan infrastruktur di Maluku dianggap sebagai pembangunan akses yang menghubungkan masyarakat dengan pusat ekonomi dan peluang.

“Melalui pembiayaan ini, PT SMI ingin menjadi bagian dalam menghadirkan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Maluku,” kata Reynaldi.

Kerja sama ini menegaskan peran PT SMI dalam memperluas ruang fiskal pemerintah daerah melalui alternatif pembiayaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dukungan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pendanaan pembangunan tanpa mengganggu anggaran untuk layanan publik lainnya.

Hingga Agustus 2026, PT SMI telah mencatat total komitmen pembiayaan daerah sebesar Rp 37,56 triliun, dengan outstanding pembiayaan mencapai Rp 12,85 triliun.

Tinggalkan komentar