Sinar Mas Perluas Dominasi Bisnis Telekomunikasi dengan Akuisisi Ketrosden

JAKARTA – Grup Sinar Mas semakin mengukuhkan posisinya dalam industri telekomunikasi Indonesia. Setelah sebelumnya mengintegrasikan PT Smartfren Telecom Tbk dengan PT XL Axiata Tbk, grup usaha ini kini mengumumkan langkah strategisnya dengan mengambil alih kendali atas PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur kabel serat optik dan terestrial.

Pengambilalihan KETR oleh Sinar Mas dilakukan melalui perusahaan afiliasinya, PT Inti Mas Bangun Sejahtera (IMBS), yang juga berfokus pada infrastruktur serat optik. IMBS berhasil menguasai KETR setelah berhasil menyelesaikan penawaran tender sukarela (voluntary tender offer/VTO) dan memperoleh sebanyak 994.442.000 saham, yang setara dengan 35% kepemilikan.

Dalam pengumuman resminya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 28 September 2026, Sekretaris Perusahaan KETR, Henry Rizard Rumopa, menjelaskan bahwa transaksi ini menandai perubahan pengendali perusahaan. “Dari PT Bahtera Bintang Nusantara (BBN) sebagai pengendali lama secara tidak langsung melalui PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara (FSMN) kepada IMBS sebagai pengendali baru,” ujar Henry.

Henry juga menegaskan bahwa tidak ada hubungan afiliasi antara BBN sebagai pengendali lama dan IMBS sebagai pengendali baru. Perubahan kepemilikan ini dipastikan tidak akan memberikan dampak negatif terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha KETR.

Bersamaan dengan pengumuman perubahan pengendali ini, terjadi transaksi saham silang atau transaksi tutup sendiri saham KETR di pasar negosiasi pada hari yang sama. Data dari Stockbit Sekuritas mencatat adanya transaksi sebanyak 9,9 juta lot saham KETR dengan harga rata-rata Rp523 per saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp520,1 miliar. Nilai ini sesuai dengan alokasi dana IMBS untuk pelaksanaan VTO KETR yang sebesar Rp520 miliar.

Menariknya, harga transaksi di pasar negosiasi tersebut mengalami diskon sekitar 47,96% jika dibandingkan dengan harga saham KETR di pasar reguler yang berada di angka Rp1.005 per saham. Namun, harga tersebut menunjukkan premi tipis 0,04% dibandingkan rata-rata harga tertinggi KETR di BEI sebelum tanggal 5 Juni 2026.

Membangun Sinergi Bisnis

Sebagai pengendali baru, IMBS memiliki rencana untuk membangun sinergi bisnis yang kuat dengan KETR. IMBS melihat potensi besar dalam KETR, seiring dengan terus meningkatnya permintaan pasar akan infrastruktur telekomunikasi dan konektivitas data di Indonesia. Penting dicatat, KETR akan tetap tercatat di BEI meskipun telah terjadi perubahan pengendali.

IMBS sendiri merupakan anak usaha dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Perusahaan ini belakangan ini secara agresif melakukan penataan ulang portofolio bisnisnya dengan mengonsolidasikan seluruh ekosistem telekomunikasi dan teknologi di bawah Grup Sinar Mas. Dengan demikian, DSSA akan menjadi penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) dari KETR. Langkah konsolidasi ini juga menandai pergeseran strategi DSSA, yang sebelumnya sangat bergantung pada bisnis batu bara, menuju portofolio bisnis yang lebih stabil dan defensif.

Tinggalkan komentar