JAKARTA – Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk dengan kode ticker WIFI mengalami penurunan tajam sebesar 11,15% dan ditutup pada harga Rp 1.435 pada Jumat (2/10/2026). Penurunan ini melanjutkan tren negatif yang terjadi sejak 24 September hingga 2 Oktober 2026, di mana saham emiten penyedia jasa internet ini terus mengalami pelemahan. Dalam satu bulan terakhir, saham WIFI telah merosot 32,63%.
Anjloknya saham WIFI pada Jumat pekan lalu dipicu oleh pengumuman perseroan mengenai pengajuan pengunduran diri Hashim Djojohadikusumo dari jabatannya sebagai komisaris utama. Hingga berita ini diturunkan, alasan di balik pengunduran diri tersebut belum diungkapkan secara rinci.
Bersamaan dengan Hashim, Henny Santoso juga mengajukan pengunduran diri dari posisi direktur WIFI. Berdasarkan informasi yang tertera di situs web resmi WIFI, Henny Santoso juga memegang jabatan sebagai chief finance officer di PT Arsari Sentra Data, sebuah perusahaan yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, sejak tahun 2025.
Meskipun harga saham PT Solusi Sinergi Digital atau Surger terus melorot, terdapat pergerakan menarik dari investor asing. Pada hari Jumat yang sama, investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp 5,15 miliar pada saham WIFI.
Berdasarkan catatan broker Indo Premier Sekuritas dan Mirae Asset Sekuritas, investor asing melalui Indo Premier Sekuritas melakukan net buy sebesar Rp 3,6 miliar, sementara melalui Mirae Asset Sekuritas tercatat net buy Rp 3,4 miliar pada saham WIFI.
PT Solusi Sinergi Digital dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 21 Oktober 2026. Salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah persetujuan atas perubahan susunan anggota dewan komisaris dan/atau direksi perseroan.
Selain itu, WIFI juga akan meminta persetujuan terkait perubahan pasal 3 anggaran dasar perseroan yang mengatur mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perseroan. Pembahasan juga mencakup studi kelayakan mengenai rencana penambahan kegiatan usaha perseroan untuk memenuhi persyaratan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Sebelumnya, perseroan telah mengumumkan rencana penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru, yaitu KBLI 42206 yang mencakup konstruksi sentral telekomunikasi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengembangan kegiatan usaha untuk memperluas ruang lingkup bisnis serta memperkuat posisi perseroan dalam industri telekomunikasi dan infrastruktur digital.
Agenda lain dalam RUPSLB adalah persetujuan atas perubahan pasal 12 ayat (13) anggaran dasar yang berkaitan dengan tugas, tanggung jawab, dan wewenang direksi.
Meskipun namanya tidak tercatat sebagai penerima manfaat akhir, Hashim Djojohadikusumo memiliki kaitan erat dengan WIFI. Berdasarkan laporan tahunan perseroan tahun 2025, PT Arsari Sentra Data, perusahaan milik Hashim, menggenggam 45% saham PT Investasi Sukses Bersama, yang merupakan pemegang saham pengendali WIFI.