Saham PIK2 (PANI) Anjlok, Investor Asing Tetap Borong

JAKARTA – Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) kembali mengalami pelemahan, tercatat merosot 3,37% ke level Rp 4.300 pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. Meskipun demikian, saham emiten properti yang terafiliasi dengan Agung Sedayu dan Salim Group ini justru diserap oleh investor asing dengan total pembelian bersih (net buy) senilai Rp 4,90 miliar.

Dalam sebulan terakhir, saham PANI telah terkoreksi hingga 11,16%. Namun, data menunjukkan bahwa investor asing secara diam-diam telah memborong saham emiten ini senilai Rp 8,82 miliar selama periode tersebut.

Manajemen PANI sebelumnya sempat menghadiri acara Surabaya Investor Meeting & Connectivity 2026 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Agustus 2026. Acara ini bertujuan untuk mempertemukan perusahaan tercatat dengan para investor guna meningkatkan jangkauan.

Dalam sesi tanya jawab di acara tersebut, manajemen PANI memberikan tanggapan terkait harga saham perseroan dan anak usahanya, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Manajemen menyatakan bahwa harga saham PANI pernah menyentuh kisaran Rp 20.000. Hal ini mengindikasikan adanya potensi kenaikan (upside) dari sisi harga saham jika dilihat secara sederhana.

“Oleh karena itu, apabila Bapak/Ibu memiliki fokus pada potensi capital gain, kami memandang bahwa kesempatan tersebut masih terbuka. Kami berharap PANI maupun CBDK menjadi salah satu pertimbangan dalam portofolio investasi Bapak/Ibu,” terang manajemen PANI mengutip keterbukaan informasi.

Laporan keuangan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) di akhir semester pertama 2026 menunjukkan kinerja yang cemerlang. Perusahaan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 2,9 triliun, meningkat 78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 1,7 triliun, melonjak 484% yoy.

Pencapaian laba bersih ini sekaligus mencatat rekor tertinggi dalam sejarah PANI, melampaui rekor yang telah dibukukan pada tahun sebelumnya.

Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau Aguan, menyatakan bahwa pencapaian luar biasa di semester pertama 2026 merupakan momentum penting yang memperkokoh posisi perusahaan. “Pendapatan yang meningkat sebesar 78% yoy dan lonjakan pada kuartal kedua, merupakan catatan sejarah yang luar biasa dalam perjalanan PANI, hal ini menunjukkan bahwa PANI masih dipercaya oleh pasar sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia,” paparnya dalam keterangan resmi.

Aguan menambahkan bahwa momentum ini akan menjadi acuan kerja PANI untuk terus mengembangkan kawasan bernilai tinggi dengan ekosistem yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Ia membandingkan pencapaian semester pertama 2026 dengan tiga tahun lalu, di mana pendapatan tercatat Rp 1,2 triliun dan laba bersih Rp 211 miliar. “Hal ini mencerminkan komitmen PANI sejak transformasi bisnis di tahun 2021 yang terus dijaga, dan hasilnya dapat terlihat melalui laporan keuangan pada kuartal ini,” pungkas Aguan.

Kinerja positif PANI didorong oleh serah terima lahan di kawasan Central Business District (CBD) PIK2 yang menjadi kontributor utama pendapatan. Selain itu, serah terima hunian dan produk komersial di berbagai kawasan PIK2 juga menunjukkan tren yang baik. Kontribusi serah terima terbagi di kawasan Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, Pantai Bukit Villa, Bukit Nirmala, dan Pasir Putih Residences.

Pada kuartal kedua 2026, PANI juga membukukan angka penjualan yang impresif, meningkat 63% secara kuartalan (qoq) atau setara Rp 1,8 triliun. Peningkatan pendapatan ini sejalan dengan kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk menjadi Rp 1,1 triliun, tumbuh 89% qoq.

Selain kinerja keuangan yang solid, PANI juga menunjukkan peningkatan fundamental yang baik. Posisi kas bersih (net cash) perusahaan tercatat Rp 3,9 triliun. Total ekuitas juga meningkat sebesar 7% menjadi Rp 33,7 triliun dibandingkan akhir tahun 2025.

Saat ini, PANI mengelola total cadangan lahan seluas 1.809 hektare melalui 12 entitas anak, dengan nilai perolehan Rp 38 triliun yang didapat dari aksi rights issue dan non-preemptive rights issue dalam tiga tahun terakhir. Dengan dukungan tersebut, PANI berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan terus memberikan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

Tinggalkan komentar