Saham MDKA Diburu Asing di Tengah Serbuan Jual Bersih Investor Internasional

JAKARTA – Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Edwin Soeryadjaya dan Winato Kartono, menunjukkan performa menonjol. Saham MDKA menjadi pilihan utama investor asing dengan mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) senilai Rp 76,8 miliar selama periode 21-25 September 2026, justru di saat Bursa Efek Indonesia (BEI) menghadapi badai jual bersih oleh investor asing.

Data dari Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (27/9/2026) menunjukkan bahwa pembelian bersih saham MDKA ini terjadi di pasar reguler BEI. Nilai net buy MDKA ini bahkan melampaui saham-saham lainnya. Di posisi kedua, saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mencatat net buy asing sebesar Rp 70,1 miliar. TAPG sendiri dimiliki oleh TP Rachmat, LR Imanto, dan Meity Subianto, dengan LR Imanto merupakan istri dari TP Rachmat, pendiri Triputra Group.

Secara keseluruhan, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) mencapai Rp 3,1 triliun di seluruh pasar BEI dalam sepekan terakhir. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 2,9 triliun.

Performa MDKA pada paruh pertama tahun 2026 menunjukkan pemulihan signifikan. Emiten ini berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 102 juta, berbanding terbalik dengan kerugian US$ 16 juta pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Penguatan kinerja bisnis nikel dan emas menjadi motor penggerak utama profitabilitas MDKA di semester I-2026.

Pendapatan konsolidasian MDKA melonjak 64% secara tahunan menjadi US$ 1,4 miliar dari US$ 855 juta pada semester I-2025. Angka EBITDA juga mengalami lonjakan drastis sebesar 191%, mencapai US$ 512 juta dibandingkan US$ 176 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan kinerja ini didukung oleh peningkatan kontribusi dari portofolio operasi utama Grup Merdeka.

Kontribusi Portofolio Operasi Grup Merdeka

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap EBITDA MDKA pada semester I-2026. Hal ini didorong oleh peningkatan volume penjualan, harga bijih nikel yang lebih baik, serta kontribusi dari produk High Grade Nickel Matte (HGNM), Nickel Pig Iron (NPI), dan produk asam.

Penguatan kontribusi dari portofolio pertambangan emas juga turut menopang kembalinya MDKA ke zona laba. Kontribusi dari PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) diprediksi akan semakin signifikan pada semester II-2026, seiring dengan kelanjutan peningkatan produksi di Tambang Emas Pani.

MNC Sekuritas dalam riset terbarunya merevisi naik proyeksi laba bersih MDKA tahun ini sebesar 25% menjadi US$ 144 juta. Sejalan dengan itu, target harga saham MDKA juga dinaikkan menjadi Rp 4.350 dari sebelumnya Rp 3.000.

Saat ini, saham MDKA diperdagangkan pada standar deviasi minus dua (-2SD) dibandingkan rata-rata valuasi tiga tahun terakhir, dengan rasio EV/EBITDA sebesar 13,3 kali. Kondisi ini mengindikasikan bahwa valuasi saham Merdeka Copper Gold berada di bawah rata-rata historisnya.

Tinggalkan komentar