Saham GOTO Menyentuh Rp 28, Investor Mulai Borong di Tengah Volatilitas

JAKARTA – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mengalami penurunan signifikan sebesar 12,50% hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) di level Rp 28 perak pada awal sesi I perdagangan Kamis (1/10/2026). Meskipun demikian, volume transaksi saham GOTO terpantau melonjak tajam.

Sekitar pukul 09.09 WIB, tercatat sebanyak 4,24 miliar saham GOTO telah diperdagangkan dengan total nilai transaksi mencapai Rp 118,81 miliar. Angka ini jauh melampaui aktivitas perdagangan saham GOTO pada hari sebelumnya yang hanya mencapai Rp 27,43 miliar.

Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas per hari ini, saham GOTO mencatatkan *net buy* sebesar Rp 43,9 miliar, mengindikasikan adanya aksi pembelian oleh investor terhadap saham emiten teknologi tersebut.

Penurunan saham GOTO yang terus menerus mencapai ARB terjadi setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 per 28 September 2026.

Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis, menyatakan bahwa investor tidak perlu panik meskipun saham GOTO kini diperdagangkan di bawah Rp 50. Menurutnya, pergerakan saham GOTO di bawah Rp 50 telah diantisipasi oleh pasar sejak rencana perubahan batas harga diumumkan. Ia menambahkan bahwa transaksi saham GOTO di pasar negosiasi pada harga di bawah Rp 50 sebelumnya juga dapat menjadi referensi dalam pembentukan harga di pasar reguler.

“Yang sedang terjadi adalah proses *price discovery*. Pasar mencari titik keseimbangan baru untuk saham GOTO dengan mempertemukan harga yang diinginkan penjual dan pembeli,” ujar Abdul Azis kepada media, Selasa (29/9/2026).

Ia memperkirakan volatilitas masih akan terjadi selama proses pembentukan harga berlangsung. Namun, setelah tekanan jual mereda, perhatian pasar berpotensi kembali bergeser ke fundamental perusahaan. Hal ini sejalan dengan perbaikan kinerja GOTO sepanjang 2026.

Perseroan berhasil membukukan laba bersih positif dalam dua kuartal berturut-turut, yaitu Rp 171 miliar pada kuartal I-2026 dan Rp 252 miliar pada kuartal II-2026. Pada kuartal II-2026, pendapatan bersih GOTO tumbuh 31% secara tahunan menjadi Rp 5,7 triliun. Sementara itu, *adjusted* EBITDA telah menembus Rp 1 triliun, sehingga perseroan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target *adjusted* EBITDA 2026 sebesar Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.

“Fundamental GOTO membaik, sementara harga saham sedang melewati fase penyesuaian,” kata Azis.

Selain perbaikan kinerja, ruang aksi korporasi juga menjadi perhatian. GOTO memiliki anggaran maksimal Rp 3,5 triliun untuk pembelian kembali saham atau *buyback*. Menurut Abdul Azis, level harga yang lebih rendah dapat menjadi pertimbangan bagi perseroan dalam menentukan waktu pelaksanaan *buyback*, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen.

“Di level harga sekarang, ini bisa menjadi waktu yang baik untuk *buyback*. Fundamental GOTO membaik, sementara harga saham sedang melewati fase penyesuaian. Meski begitu, pelaksanaannya tetap bergantung pada pertimbangan perusahaan,” ujarnya.

Amunisi lain yang dimiliki GOTO adalah rencana pembatalan sekitar 32 miliar saham treasuri. Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026. Apabila disetujui dan dilaksanakan, saham treasuri tersebut tidak akan kembali dilepas ke pasar.

CEO GOTO Hans Patuwo sebelumnya menyatakan bahwa pembatalan saham treasuri secara permanen akan mengurangi jumlah saham beredar dan meningkatkan persentase kepemilikan setiap pemegang saham secara proporsional.

Dengan demikian, setelah fase awal perubahan harga akibat penghapusan batas Rp 50, pasar kini memiliki sejumlah faktor yang dapat dicermati pada GOTO. Faktor-faktor tersebut meliputi meredanya tekanan jual, keberlanjutan perbaikan kinerja, potensi *buyback*, hingga keputusan RUPSLB mengenai pembatalan saham treasuri.

“Faktor-faktor tersebut akan menjadi perhatian pasar dalam menentukan arah saham GOTO setelah proses *price discovery* mulai menemukan keseimbangan baru,” pungkas Azis.

Tinggalkan komentar