JAKARTA – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi penekan terbesar indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO anjlok 13,9% ke level Rp 37 atau kembali mentok batas auto rejection bawah (ARB).
Penurunan tajam tersebut membuat GOTO berkontribusi negatif sebesar 11 poin terhadap perhitungan IHSG. Angka ini menjadikan GOTO sebagai pemberat terbesar gerak IHSG dibandingkan saham lain dalam daftar top laggards pada perdagangan hari ini.
Tekanan yang diberikan GOTO jauh melampaui saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melemah 1,2% dan memberikan tekanan 6,6 poin terhadap IHSG. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga masuk jajaran pemberat gerak IHSG, terkoreksi 3,6% dengan kontribusi negatif sebesar 4,25 poin.
Selanjutnya, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 4,03% dan memberikan kontribusi negatif sebesar 3,7 poin terhadap IHSG. Saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) juga melemah 14,3% dengan kontribusi negatif 2,5 poin. Sementara saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) turun 4,6% dan membebani IHSG sebesar 2,1 poin.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 1,1% dengan kontribusi negatif 2,1 poin. Adapun saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 4,9% dan memberikan tekanan 1,98 poin terhadap IHSG. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga melemah 2% dengan kontribusi negatif 1,7 poin, sedangkan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terkoreksi 2,7% dan menekan IHSG sebesar 1,2 poin.
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata memperkirakan guyuran jual saham GOTO masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Menurut dia, secara teknikal, GOTO bergerak turun di dalam pola parallel channel, di mana kisaran batas bawah (support) berada di Rp 36-27.
“Jadi, hampir bisa dipastikan GOTO mungkin akan menguji ke area tersebut,” ungkap Liza.