JAKARTA – Saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) mengalami penurunan drastis lebih dari 91% dari posisi harga Rp 3.270. Penurunan signifikan ini terjadi setelah perusahaan memutuskan kerja sama dengan Cajun Global LLC pada 14 Maret 2023, yang mengakibatkan penghentian penggunaan merek dagang Texas Chicken di Indonesia.
Meskipun sempat mencatat lonjakan 23,95% ke Rp 290 pada perdagangan Kamis (1/10/2026) dengan volume transaksi 196,56 juta saham senilai Rp 55,82 miliar, performa jangka panjang saham CSMI menunjukkan pelemahan yang parah.
Manajemen CSMI menjelaskan bahwa saat ini perusahaan mengembangkan dan menggunakan merek restoran NWS Chicken, yang berfokus pada penjualan produk makanan dan minuman. Saat ini, terdapat empat outlet NWS Chicken yang beroperasi di wilayah Jawa dan Sumatera.
Perusahaan masih dalam proses pengurusan pendaftaran merek NWS Chicken. Upaya penyelesaian terhadap isu kesamaan nama dengan merek lain terus dilakukan, meskipun berada pada bidang usaha yang berbeda, agar proses pendaftaran dapat dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sepanjang semester I-2026, CSMI mencatatkan penjualan sebesar Rp 853,99 juta, sedikit meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 815,83 juta. Namun, perusahaan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 923,90 juta, dengan akumulasi kerugian per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 69,48 miliar.
Menurut manajemen, kerugian tersebut umumnya disebabkan oleh tingginya beban operasional, penyesuaian biaya bahan baku dan jasa, serta investasi pada ekspansi bisnis yang belum sepenuhnya terkompensasi oleh realisasi pendapatan.
“Perseroan saat ini masih dalam tahap stabilisasi beban usaha dan pengembangan pasar. Terdapat biaya-biaya tetap (fixed cost) dan investasi jangka pendek yang masih membebani struktur margin perusahaan,” terang manajemen CSMI.
Ke depan, strategi perusahaan meliputi peningkatan produktivitas outlet yang sudah beroperasi, pengembangan NWS Chicken secara bertahap, evaluasi pembukaan outlet baru, pengembangan produk dan pemasaran, kerja sama dengan mitra strategis, serta efisiensi biaya operasional dan struktur biaya tetap.
Manajemen memandang perusahaan masih memiliki peluang untuk melanjutkan dan mengembangkan kegiatan usahanya melalui optimalisasi model bisnis yang sedang berjalan. “Fokus perseroan adalah menjaga kesinambungan operasional, meningkatkan pendapatan, melakukan efisiensi,” tutur manajemen CSMI.
CSMI juga mempertimbangkan pengembangan outlet baru secara bertahap dengan mengevaluasi kinerja outlet yang telah beroperasi, kondisi pasar, serta kelayakan lokasi. Hingga kini, jumlah dan lokasi outlet baru yang akan dibuka belum ditetapkan secara final.