Rupiah Tembus Rp 17.940/USD di Pembukaan Perdagangan Senin

Nilai tukar rupiah (IDR) tergelincir terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan Senin, 28 September 2026. Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot exchange pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 37 poin atau 0,21% ke level Rp 17.940 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,31% di level 100,97.

Sebelumnya, pada hari Jumat, 25 September 2026, nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis 13 poin atau 0,07% ke level Rp 17.903 per dolar AS. Pelemahan kali ini terjadi di tengah tren penguatan dolar AS yang bertahan di dekat level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Penguatan dolar AS ini didorong oleh ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang terus mendorong kenaikan harga minyak. Para investor juga menantikan rilis data ekonomi AS untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Perangkat FedWatch milik CME Group menunjukkan pasar memperkirakan peluang sebesar 65% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan bank sentral berikutnya di akhir Oktober 2026. Indeks dolar AS sendiri sempat naik tipis ke level 101,15.

Mata uang utama lainnya seperti euro dan poundsterling Inggris juga terpantau melemah terhadap dolar AS. Euro melemah 0,1% ke level $1,1379, sementara poundsterling melemah 0,1% ke level $1,3232, bergerak di dekat level terendah dalam beberapa bulan terhadap dolar AS.

Ahli strategi valuta asing di OCBC, Sim Moh Siong, mengungkapkan bahwa mata uang AS bisa mengalami lonjakan berlebih dalam waktu dekat jika ketegangan pasar energi terus berlanjut dan risiko inflasi terus meningkat. Sementara itu, yen tercatat menurun 0,3% ke level 157,7 per dolar AS.

Mata uang negara lain seperti dolar Australia diperdagangkan pada level $0,7017 per dolar AS, turun 0,07%. Dolar Selandia Baru bergerak datar di level $0,5661 per dolar AS.

Tinggalkan komentar