PTPN I dan Pemprov Jabar Bersinergi Hijaukan Cikembang

PTPN I (Persero) Regional 2 menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya penghijauan kembali kawasan Cikembang, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Rencana ini mencakup penanaman berbagai jenis pohon dan tanaman khas yang disesuaikan dengan karakteristik serta kondisi ekologis wilayah tersebut.

Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, menjelaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan perkebunan yang sebelumnya dimanfaatkan masyarakat untuk tanaman musiman.

“Kami menyambut baik rencana Pak Gubernur Jawa Barat untuk melakukan kerja sama menghijaukan kembali lahan-lahan PTPN. Kami siap mendukung melalui penanaman kembali dengan pohon dan tanaman khas yang sesuai dengan kondisi kawasan Cikembang,” ujar Desmanto dalam keterangan resminya, Kamis (1/10/2026).

Desmanto menekankan pentingnya mempertimbangkan karakteristik lahan, kemiringan, kondisi tanah, serta kesesuaian jenis tanaman dengan ekosistem setempat dalam proses penghijauan. Tujuannya bukan hanya menambah tutupan hijau, tetapi juga membangun vegetasi yang mampu mendukung fungsi ekologis kawasan dalam jangka panjang.

“Jenis pohon dan tanaman yang ditanam tentunya akan disesuaikan dengan kondisi lahan dan karakter kawasan. Yang utama adalah bagaimana kawasan ini kembali memiliki tutupan vegetasi yang kuat, beragam, dan sesuai dengan ekosistem setempat,” tambahnya.

Ia menambahkan, penanaman pohon dapat dipadukan dengan tanaman khas kawasan dan jenis tanaman berkayu lainnya untuk menciptakan vegetasi yang lebih beragam. Pola ini diharapkan dapat membantu menjaga struktur tanah, meningkatkan daya serap air, serta mengurangi dampak langsung air hujan pada permukaan tanah.

“Dengan vegetasi yang lebih beragam, kita berharap fungsi ekologis kawasan dapat semakin kuat. Pohon dan tanaman yang sesuai dengan lingkungan setempat juga akan membantu menjaga tanah dan air, sekaligus membuat kawasan lebih hijau dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti kondisi lahan PTPN di Cikembang yang telah puluhan tahun digunakan masyarakat untuk tanaman musiman, terutama sayuran. Ia menilai budidaya tanaman musiman pada lahan berlereng terbuka memiliki risiko ekologis lebih tinggi karena tutupan vegetasi dan sistem perakaran yang tidak selalu memberikan perlindungan optimal terhadap permukaan tanah.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan erosi dan sedimentasi yang dapat berdampak pada sungai dan waduk di kawasan hilir. Oleh karena itu, KDM menilai upaya pemulihan fungsi lahan menjadi penting sebagai bagian dari mitigasi risiko bencana sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan hulu Sungai Citarum.

Desmanto menegaskan dukungan PTPN I terhadap upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengelolaan lahan yang memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan, seraya mengedepankan prinsip tata kelola aset negara.

Ia menambahkan, kolaborasi antara PTPN I dan Pemprov Jawa Barat dapat diarahkan pada upaya penghijauan kembali sekaligus memastikan kawasan tetap produktif dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat.

“Prinsipnya, kami mendukung upaya menjaga kawasan ini agar tetap produktif sekaligus memiliki fungsi ekologis yang kuat. Penanaman pohon dan tanaman khas kawasan menjadi salah satu langkah yang dapat dikembangkan bersama sesuai kondisi lahan,” tutup Desmanto.

Tinggalkan komentar