PEKANBARU – PT Bumi Siak Pusako (BSP) menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan menyelesaikan program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 772 hektare di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Bagan Limau, Pelalawan. Program ini merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban perusahaan sebagai pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).
Pelaksanaan rehabilitasi dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga pemantauan berkala sesuai standar pemerintah. Tantangan di lapangan, seperti kondisi lahan yang terdeforestasi, dinamika pemanfaatan kawasan, serta faktor teknis cuaca dan tanah, terus dihadapi PT BSP. Perusahaan berupaya memulihkan kawasan dengan melibatkan pemangku kepentingan lokal.
Sebagai pengelola wilayah kerja migas Coastal Plain Pekanbaru (CPP) di bawah pengawasan SKK Migas, PT BSP memastikan program ini mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan pemerintah dan prinsip pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Komitmen ini diperkuat dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Rehabilitasi DAS oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum. Penandatanganan BAST menjadi tahapan penting penyelesaian kegiatan rehabilitasi.
Direktur PT Bumi Siak Pusako, Robi Junipa, menyatakan bahwa penyelesaian rehabilitasi ini bukan semata pemenuhan kewajiban, melainkan komitmen nyata PT BSP dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, kita bersyukur kegiatan Rehabilitasi DAS seluas 772 hektare telah dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bagi PT BSP, keberhasilan ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban perusahaan, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Robi Junipa di Pekanbaru, Senin (28/9/2026).
Robi menjelaskan, kawasan Taman Nasional Tesso Nilo memiliki nilai ekologis penting sebagai paru-paru dunia dan habitat gajah Sumatera serta keanekaragaman hayati lainnya. Rehabilitasi kawasan dinilai strategis untuk memulihkan fungsi ekosistem, menjaga keseimbangan alam, dan meningkatkan kualitas lingkungan.
“Kami berharap upaya rehabilitasi ini dapat memberikan dampak nyata terhadap pemulihan tutupan hutan, perbaikan fungsi DAS, serta peningkatan kualitas habitat satwa liar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo,” tambahnya.
Keberhasilan program ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Robi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya program ini.
“Atas nama PT Bumi Siak Pusako, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program ini. Kolaborasi yang baik menjadi bagian penting dalam memastikan upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, TM Legal & Land Matters PT Bumi Siak Pusako, Indra Saputra, juga bersyukur atas selesainya seluruh rangkaian kegiatan Rehabilitasi DAS hingga tahap serah terima.
“Kami sangat bersyukur seluruh rangkaian kegiatan Rehabilitasi DAS seluas 772 hektare ini dapat diselesaikan dengan baik hingga proses serah terima. Ini merupakan sebuah pencapaian yang patut kita syukuri bersama, dan kami juga berharap apa yang telah kami lakukan dapat memberi manfaat nyata bagi pemulihan ekosistem dan lingkungan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo,” ujar Indra.
PT BSP memandang keberlanjutan lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari kegiatan usahanya, menjaga keseimbangan antara pengelolaan sumber daya energi dan tanggung jawab kelestarian lingkungan.
Penyelesaian Rehabilitasi DAS seluas 772 hektare di TNTN menjadi wujud konkret upaya PT BSP dalam menjalankan prinsip environmental sustainability, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pemulihan ekosistem dan pelestarian keanekaragaman hayati di Provinsi Riau.
“Ke depan, PT Bumi Siak Pusako berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan operasional yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan, menjaga keseimbangan antara pengelolaan sumber daya energi dan pelestarian lingkungan. Semoga ikhtiar yang telah kita lakukan menjadi amal kebaikan, memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat, serta menjadi warisan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang,” tutup Robi.