Proyeksi IHSG Melemah, CGS Rekomendasikan 6 Saham Potensial

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan Selasa, 19 September 2026. Sentimen negatif diperkirakan datang dari bursa Wall Street yang melemah, berlanjutnya depresiasi rupiah, serta aksi jual oleh investor asing. Pemberlakuan batas bawah harga saham pada level Rp 1 juga menambah tekanan pada pasar.

Meskipun demikian, kenaikan harga komoditas energi berpotensi memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG. CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang support di level 6.090-6.030 dan resistance di kisaran 6.205-6.260.

Pelemahan di bursa Wall Street terjadi dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang terus berlanjut. Imbal hasil obligasi dengan tenor 10 dan 30 tahun dilaporkan masing-masing naik ke level 5,2% dan 5,5%, mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, saham-saham di sektor teknologi yang berhubungan dengan kecerdasan buatan (AI) juga mengalami tekanan.

Beberapa emiten teknologi berbasis AI yang terpantau melemah antara lain Advanced Micro Device turun 3,6%, Micron Technology 2,6%, Amazon 1,41%, Microsoft 1,35%, dan Meta Platform 4,79%. Berbeda dengan emiten-emiten tersebut, Nvidia justru mencatatkan kenaikan 1,7% setelah mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai US$ 150 miliar.

Untuk perdagangan Selasa (29/9/2026), CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk strategi trading, yaitu PTBA, AADI, MAPI, ENRG, MEDC, dan AMRT.

Tinggalkan komentar