Proyeksi IHSG Melemah, 6 Saham Unggulan Siap Beri Keuntungan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan Senin (28/9/2026). Meskipun penguatan indeks di bursa Wall Street dan kenaikan harga komoditas seperti timah, emas, serta batubara berpotensi menjadi sentimen positif, namun berlanjutnya aksi jual investor asing dan pemberlakuan batas minimal harga Rp 1 untuk semua saham tercatat di bursa menjadi sentimen negatif.

CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang support 6.190-6.135 dan resist 6.290-6.345. Perkiraan ini didasarkan pada pergerakan pasar global.

Sebelumnya, indeks di bursa Wall Street ditutup menguat. Penguatan ini didorong oleh penurunan harga minyak mentah dan kenaikan saham sektor teknologi, meskipun imbal hasil obligasi pemerintah kembali melanjutkan tren kenaikannya. Harga minyak mentah jenis WTI turun 2,33% ke level US$ 92.41 per barel, sementara Brent melemah 2,14% menjadi US$ 104.32 per barel.

Penurunan harga minyak mentah dipicu oleh optimisme pembukaan selat Hormuz pasca Iran meminta Amerika Serikat untuk menjalankan kembali MoU yang disepakati kedua pihak pada Juni lalu. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 dan 30 tahun mencatatkan rekor tertinggi sejak 2007 dan 2004, yaitu di level 5,163% dan 5,488%.

Di sektor teknologi, Akamai Technologies menjadi saham dengan penguatan tertinggi 3,2% setelah mengumumkan kesepakatan tahun jamak dengan Anthropic. Peristiwa ini menjadi salah satu pendorong kenaikan di sektor tersebut.

Untuk perdagangan Senin (28/9/2026), CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham PTBA, BFIN, WIIM, TAPG, MAPI, dan MAPA untuk tujuan trading.

Tinggalkan komentar