Proyeksi Harga Saham GOTO: Potensi Capai Rp 1 dalam Sebulan Jika Terus ARB

JAKARTA – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berpotensi menyentuh harga Rp 1 per lembar dalam kurun waktu sekitar 19 hari bursa atau empat pekan perdagangan. Perkiraan ini didasarkan pada skenario jika saham tersebut terus menerus menyentuh batas bawah harga harian atau mengalami auto rejection bawah (ARB) setiap hari.

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, dalam catatannya menyatakan, “Jika terus ARB setiap hari, GOTO akan tiba di harga Rp 1 dalam 19 hari bursa atau 4 pekan perdagangan, sekitar akhir Oktober, dengan asumsi tidak terdapat hari libur, penghentian sementara perdagangan (suspend), maupun perubahan aturan lagi.”

Pada hari perdagangan Rabu (30/9/2026), saham GOTO kembali anjlok 13,5% ke level Rp 32. Ini merupakan ARB ketiga kalinya secara berturut-turut, yang membuat saham GOTO ambles 36% dari posisi sebelumnya di Rp 50 menjadi Rp 32.

Liza menjelaskan bahwa pada Senin (28/9), hari pertama terjadinya ARB, terdapat sekitar 1 miliar lot saham GOTO yang mengantre untuk dijual pada batas bawah Rp 43. Namun, volume transaksi yang terjadi hanya mencapai 1,2 juta lot, atau sekitar 0,12% dari total antrean tersebut.

Kondisi serupa terjadi pada Selasa (29/9), hari kedua ARB. Sebanyak 842 juta lot saham GOTO mengantre di harga Rp 37, sementara transaksi yang terealisasi hanya 1,8 juta lot, atau sekitar 0,21% dari antrean. Hal ini menunjukkan bahwa harga memiliki ruang untuk terus turun, namun tidak diiringi dengan terciptanya likuiditas.

Dengan asumsi transaksi harian berkisar antara 1,5 juta hingga 2 juta lot, total volume saham yang berpindah tangan selama perjalanan harga dari Rp 50 menuju Rp 1 diperkirakan hanya sekitar 31,5 juta hingga 41 juta lot, termasuk transaksi pada dua sesi pertama. Jumlah ini baru mencapai sekitar 3%-4% dari antrean jual 1 miliar lot pada hari pertama.

Secara teori, saham GOTO dapat mencapai harga Rp 1 sebelum seluruh antrean awal tersebut terserap. Liza menambahkan bahwa kondisi ini belum mencerminkan proses pembentukan harga atau price discovery yang sehat. Dua kali ARB dengan kedalaman permintaan beli yang sangat tipis lebih mencerminkan likuidasi satu arah.

Fundamental GOTO yang Membaik

Meskipun mengalami tekanan harga, fundamental PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk terus menunjukkan perbaikan. Pada kuartal II-2026, pendapatan bersih perusahaan tercatat tumbuh 31% secara tahunan (year on year/yoy).

Adjusted EBITDA atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang telah disesuaikan pada tingkat grup melonjak 137% menjadi Rp 1,01 triliun. Segmen teknologi finansial (fintech) bahkan telah melampaui bisnis on-demand services sebagai penyumbang EBITDA terbesar.

Namun, menurut Liza, perbaikan laba tersebut sulit mengangkat harga saham ketika pasokan saham jauh melampaui permintaan. Ketidakpastian terkait usulan penurunan komisi layanan ride hailing menjadi 8% juga turut memengaruhi valuasi saham. Investor kini mulai memperhitungkan potensi dampak penurunan komisi tersebut terhadap profitabilitas bisnis on-demand services.

Tinggalkan komentar